Maros – Trand positif dari pembangunan pemerintahan sebelumnya masih berlanjut hingga kini. Meskipun, setahun yang lalu Kabupaten Maros sempat turun drastis. Hampir paling dasar.
Pada 2021, kondisi ekonomi Kabupaten Maros berada pada posisi kedua terbawah dengan grafik pertumbuhan 1,3 persen. Bahkan parahnya sempat mengalami minus sampai 10 persen lebih.
Di tahun 2022, Pemerintahan Chaidir Syam-Suhartina Bohari, mampu merangsang pertumbuhan ekonomi. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maros melejit 9,13 persen. Posisinya berada pada terbaik kedua di Sulsel, pas dibawah Bantaeng.
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maros masih lebih tinggi dibanding dengan kondisi ekonomi Sulsel yang hanya 5,09 persen pada 2022 lalu.
“terdapat tiga lapangan usaha terbesar di Maros yang menyumbang cukup tinggi dalam laju pertumbuhan ekonomi Maros. Transportasi dan pergudangan sebesar 35,56 persen; pertanian, kehutanan, dan perikanan 16,50 persen; dan industri pengolahan 15,57 persen,” ucap Kepala BPS Maros Guruh Wahyu Martopo.
Sektor terbesar perekonomian Maros, Lanjut Guru ada transportasi, industri semen dan pertanian. Sektor transportasi dan pergudangan bahkan tumbuh sebesar 33,42 persen.
Guru juga mengakui bandara memiliki pengaruh besar terhadap laju perekonomian Maros. Meski, katanya, masih bisa melambung karena pergerakan penumpang di bandara dinilai belum normal.
Guruh menyebut jika jumlah pergerakan penumpang telah normal, seharusnya pertumbuhan ekonomi Maros bisa lebih tinggi.
Bupati Maros, Chaidir Syam mengaku sangat bersyukur laju pertumbuhan ekonomi meningkat tajam setelah dihantam badai Covid-19.
“Awal pemerintahan kami pertumbuhan ekonomi Maros sempat terpuruk diangka -10,87 persen, kemudian tahun 2021 mulai naik di angka 1,36 persen dan tahun 2022 ini sudah menyentuh angka 9,13 persen. Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang terus mendorong bangkitnya perekonomian Maros setelah pandemi Covid-19,” katanya, Selasa, 28 Februari 2023.
Kontribusi Kabupaten Maros terhadap perekonomian Sulsel sepanjang 2022 sebesar 3,89 persen.







