Makassar | Sebagai langkah antisipasi dalam menangani persoalan banjir, pihak LPPM Unhas membuat suatu langkah strategis.
Jajaran LPPM Unhas menyerahkan suatu dokumen resiko bencana.
Penyerahan dokumen tersebut dihadiri oleh para lurah se Kota Makassar dan pihak BPBD, yang berlangsung selama 4 hari.
Kepala BPBD kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Dokumen kegiatan ini sangat dibutuhkan pemerintah Kota Makassar, untuk menjadi dasar kebijakan pemerintah kedepannya,” ujarnya Rabu (24/8/2022).
Dia juga mengakui bahwa kegiatan ini sebagai dasar kebijakan selanjutnya, dimana pihaknya akan menyusun dokumen RPB (rencana penanggulangan bencana) yang menjadi dasar Perda kebencanaan di kota Makassar.
“Termasuk mengatasi banjir di kota Makassar, yang dimana paradigma penanganan kebencanaan sudah mulai bergeser dari penanganan aktif ke pencegahan responsif,” paparnya.
Dalam kegiatan penyerahan dokumen tersebut, telah dihadiri dan menjadi pembicara adalah Prof Adi Maulana, yang merupakan ahli kebencanaan dari Unhas.
Menurut Prof Adi, Kota Makassar menjadi semangat untuk wilayah di SulSel dalam menghadapi bencana.
“Dan dengan adanya kajian ini dapat kita antisipasi terutama lurah yang hadir dimana wilayahnya adalah daerah rawan banjir. Tujuannya untuk dapat membuat antisipasi banjir,” katanya (bd)







