Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Keseharian Lima Ulama Ini Tidak Pernah Lepas dari Buku
    DAKWAH

    Keseharian Lima Ulama Ini Tidak Pernah Lepas dari Buku

    blankBy Desember 16, 2020
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Buku adalah jendela dunia. Melalui buku kita bisa belajar banyak hal. Karenanya, membaca itu sangat penting, supaya kualitas pengetahuan kita semakin meningkat. Kalau pengetahuan meningkat, menyikapi berbagai macam persoalan akan terasa mudah. Peradaban Islam pada masa dulu sangatlah maju. Produk pengetahuannya sangat banyak dan beragam. Kemajuan peradaban Islam ini tentu tidak terlepas dari semangat membaca para ilmuwan dan ulama masa itu.

    Syekh Abdul Fattah Ghuddah menulis sebuah buku yang menjelaskan banyak hal tentang produktifitas dan semangat keilmuan ulama dulu. Buku itu berjudul Qimah al-Zaman ‘Indal Ulama. Dalam buku tersebut, Syekh Abu Ghuddah, menyebut beberapa ulama yang kesehariannya tidak pernah lepas dari buku. Di antara ulama itu sebagai berikut:

    Baca:  Alissa Wahid: Ultra Konservatisme Beragama Berdampak Buruk, Khususnya Bagi Perempuan

    Imam al-Jahidz (163-255 H), ulama pakar kajian bahasa, biologi, zoologi, dan teologi. Kebiasaanya adalah pantang menutup buku sebelum mengkhatamkannya. Bahkan rela membayar uang sewa toko buku. Harapannya, supaya diperkenankan bergadang dan menginap sementara waktu. Membaca dan menelaah koleksi buku di dalamnya.

    Imam al-Fath bin Khaqan (247 H), ulama putra bangsawan dinasti Abbasiyah. Tokoh kepercayaan Khalifah al-Mutawakil. Setiap hari, saat berkantor ke istana, beliau selalu menyelipkan buku di bajunya. Ketika jeda pertemuan dengan sang khalifah, bersegera buku dikeluarkan dan dibaca. Bahkan saat jeda untuk ke toilet, sambil jalan, buku itu terus dibaca.

    Baca:  Tafsir Surat Ali Imran Ayat 104: Cara dan Implementasi Menjadi Umat yang Moderat

    Imam Ismail bin Ishaq (200-282 H), ulama pakar fiqih madzhab Maliki. Pemegang tampuk qadhi kota Baghdad. Dalam kesehariannya, tidak pernah lepas dari buku. Dimana pun dan kapanpun. Imam al-Mubarrid (al-Mubarrad), tokoh yang sering muncul di pelajaran nahwu-sharaf, bersaksi bahwa tidak pernah melihat Imam Ismail bin Ishaq, kecuali dalam keadaan membaca buku, membolak-balikan halaman buku, atau sedang mencari-cari judul buku di depan tumpukan buku.

    Imam Ibnu Suhnun (202-256 H), ulama pakar hadis madzhab Maliki. Malam-malamnya dihabiskan untuk bergadang. Meriwayatkan hadis dan menuliskannya. Hingga tidak sempat dan lupa menikmati hidangan makan malam yang disajikan oleh istri tercinta.

    Imam Tsa’lab (200-291 H), ulama pakar ilmu qiraat dan nahwu-sharaf. Dulu pertama kali saya dengar nama ulama ini saat belajar i’lal di Madrasah al-Asna Ringinagung Kediri. Dalam kesehariannya, Imam Tsa’lab tidak pernah libur dari belajar dan mengajar. Bahkan, ketika ada undangan, ulama kota Baghdad ini mengajukan satu syarat. Berkenan hadir jika diizinkan datang dengan buku seraya menelaahnya.

    Baca:  Aksi Teror Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Bakar Rumah Tempat Ibadah, Tewaskan Empat Warga Sigi

    Sudah barang tentu, nama-nama ini baru sekian persen mewakili ulama abad II-III H. Namun demikian, dengan menngunakan “sociological imagination” kita dapat merasakan denyut spirit keilmuan di masa itu. Spirit yang sekarang hidup di dunia akademik Barat dan dalam beberapa abad terakhir, dicoba untuk dihidupkan lagi di dunia Timur.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleAl-Quran Menganjurkan Poligami? Sebuah Tinjauan Historis
    Next Article Prof. Quraish Shihab: Kenapa Kita Menjauhkan Orang dari Tuhan dan Ajaran-Nya dengan Terlalu Menakut-Nakuti?

    Berita Lainnya:

    DAKWAH

    Gelombang Dukungan Terus Mengalir Kepada Muh. Ridwan Yusuf Sebagai Calon Ketua Pada Konferwil Ansor Sulsel

    Januari 25, 2026
    DAKWAH

    Maros Siap Sambut Ulama Internasional Syekh Fadi, Fokus Moderasi Beragama untuk Generasi Muda

    Juli 17, 2025
    DAKWAH

    Marjan Massere Hadiri Pembukaan MTQ Antar Dusun Se-Desa Damai Kec.Tanralili

    Maret 7, 2025
    DAKWAH

    Kunjungi Dinas Pertanian, Aliansi Peduli Petani Maros Soroti Penyaluran Alsintan Di Kab.Maros

    November 22, 2024
    DAKWAH

    Rijalul Ansor Maros : Yasinan Dan Tahlilan Mengenang Wafatnya KH. Chalid Mawardi

    Juli 28, 2024
    Pos-pos Terbaru
    • Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah
    • Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 
    • Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi
    • Rangkaian Lomba HKG PKK ke-54 di Maros: Tim Penilai Kunjungi Camba dan Turikale, Disambut Mappadekko hingga Panen Tomat
    • Koni Maros Gelar Rapat Pengurus Dan Doa Bersama
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Our Picks

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.