Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Benarkah Akuntabilitas dan Transparansi Sudah Hilang dari Penegak Hukum Kita?
    DAKWAH

    Benarkah Akuntabilitas dan Transparansi Sudah Hilang dari Penegak Hukum Kita?

    blankBy Desember 9, 2020
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Akuntablitas dan transparansi dianggap telah hilang dari penegak hukum di Indonesia. Akibatnya, kepercayaan publik terhadap mereka menurun drastis.

    Tiga tahun lalu saya menulis esai tentang terorisme dan kanker. Saya lupa, saat itu ada seseorang yang menganalogikan penyebaran terorisme dengan sel kanker. Satu-satunya cara, menurut dia, untuk mengatasi terorisme adalah memotong, menghabisi, dan mengamputasi organ yang terindikasi telah dikuasai oleh teroris. Persis hal yang dilakukan untuk mengatasi kanker.

    Saya percaya sel kanker, berbeda dengan manusia. Sel kanker tidak punya penalaran dan empati. Maka menyamakan pemusnahan teroris dengan kemoterapi tidak hanya abai pada kemanusiaan, sebagaimana teroris itu tak peduli dengan kemanusiaan korbannya, tapi juga simplifikasi atau generalisasi yang teramat sangat.

    Saya percaya, peduli pada penanganan hukum yang transparan dan akuntabel dalam kasus terorisme, tidak sama dengan mendukung teroris atau menganggap teroris layak dilindungi. Teroris dan kejahatan kebencian tak layak dilindungi, mereka mesti dihukum seberat mungkin dan korbannya berhak dilindungi, mendapatkan terapi, serta direhabilitasi mental (semua dibiayai negara).

    Ada banyak alasan seseorang menjadi teroris. Menggunakan solusi sapu jagat tanpa memahami konteks persoalan, latar belakang, dan juga pendekatan manusiawi hanya akan membuat kita jadi abai pada keadaan. Saya percaya yang membedakan manusia dengan ternak, adalah kemampuan berpikir serta kemauan untuk berempati.

    Pembantaian teroris/kelompok fasis tanpa ada pendekatan kemanusiaan hanya akan melahirkan martir baru, setiap teroris yang dibunuh akan melahirkan sel teroris baru yang menganggap mereka yang gugur sebagai martir, pembaharu yang menginspirasi generasi teroris berikutnya untuk lebih kejam, lebih militan, dan lebih sadis dalam bertindak.

    Dalam jurnal The psychology of martyrdom: making the ultimate sacrifice in the name of a cause, yang disusun pada 2014 dan melibatkan 2.900 orang, diketahui bahwa para responden bersedia menderita dan mempertaruhkan nyawa untuk sesuatu yang mereka anggap suci dan mulia. Kita boleh tak bersepakat, tapi ada orang-orang yang menganggap martyrdom sebagai hal yang membangkitkan semangat dan mengeraskan perlawanan.

    Baca:  Cerita Pelengseran Gus Dur, Khofifah Indar Parawansa : Gus Dur Bagi Sedekah Untuk Tolak Bala Perpecahan Masyarakat

    ——

    Daryl Davis mulai bicara dan memeluk anggota Klu Klu Klan sejak 1983. Ia telah mengajak 200 anggota klan fasis itu keluar dari lembaga yang menyerukan kebencian, terorisme, dan juga kejahatan. Semua dimulai dari pertanyaan sederhana: “Bagaimana kamu membenciku jika tak pernah mengenalku?”

    Ini kerja berat. Sedikit sekali orang yang percaya saat ini bahwa teroris atau orang yang radikal bisa diubah jadi baik dalam waktu singkat. Tapi mengabaikan kemanusiaan, menginjak hak asasi seseorang, tidak lantas membuat mereka jadi lebih baik. Hanya karena mereka tak percaya hak asasi, atau kejam, bukan berarti kita harus memilih jadi kejam dan menginjak hak mereka.

    Daryl adalah laki-laki kulit hitam. Ia mendatangi para anggota Klan, organisasi racis kulit putih yang kerap melakukan kekerasan terbuka terhadap orang kulit hitam, asia, hispanik, dan yahudi. Daryl bicara dari hati ke hati, mencari tahu sumber masalah, bicara dengan sabar dan bertahun-tahun kemudian, ia bisa menyelamatkan ratusan fasis dan rasis untuk bisa menerima perbedaan. Ia melakukan kerja kemanusiaan hanya dengan ngobrol.

    —-

    Perdebatan tentang hak asasi manusia tidak dimulai dari: “Kamu menjamin hak saya, maka saya menjamin hak kamu,” ini tentu benar, bahwa pengakuan hak asasi manusia berjalan dua arah, ia bukan monolog. Tapi perdebatan hak asasi manusia berawal dari; “Mengapa manusia perlu diperlakukan dengan manusiawi? Bukankah mereka melakukan kekejaman juga?”

    Hak untuk merasa aman adalah hak paling dasar. Ia setara dengan hak seseorang untuk mendapatkan perlakukan adil di muka hukum. Yang membuat sebuah peraturan hukum jadi penting, diikuti, dan relevan bukan hanya ia menjamin kenyamanan kita, tapi juga menjamin bahwa orang lain tidak melewati batas serta menginjak hak dasar manusia lain.

    Baca:  Gelombang Dukungan Terus Mengalir Kepada Muh. Ridwan Yusuf Sebagai Calon Ketua Pada Konferwil Ansor Sulsel

    Perdebatan tentang penegakan hukum dan hak asasi manusia dalam perang melawan teror adalah perdebatan yang nyaris sama tuanya dengan hukum itu sendiri. Siapa yang berhak menentukan seseorang bersalah? Apa tolok ukur salah? Apa itu salah? Maka dibuat indikator, sebuah ukuran, di mana seseorang yang memang memenuhi indikator, terbukti bersalah dengan segala hal yang ada, maka ia layak dihukum.

    Protokol ini yang membuat manusia jadi manusia. Bahwa ada cara beradab melawan ketidakberadaban. Jika tidak maka lebih baik setiap manusia dibekali satu belati dan saling menikam jika setiap individu merasa hukum yang ada tidak sesuai. Dalam konteks perang melawan teror, tanggung jawab negara adalah melindungi masyarakat dengan cara sebaik-baiknya dan seberadab mungkin.

    Sekali tindakan inkonstitusional dilakukan (juga dibenarkan) maka negara punya legitimasi lebih untuk menginjak hak asasi manusia lain yang tak ada hubungannya dengan teror. Negara akan jadi leviathan yang memangsa rakyatnya sendiri. Gejala serupa telah banyak terjadi di dunia. Saat seseorang dicap teroris, maka segala stigma dan stereotip melekat padanya akan lahir. Hal serupa terjadi pada 65 dan tiga juta orang jadi korban.

    Ingat, kita tidak sedang membela penjahat atau ideologi teroris. Kita membela hak manusia, terlepas afiliasi politik dan idiologinya. Dengan memiliki akuntabilitas, keterbukaan, keadilan, dan ketegasan. Hukum akan jadi panduan dan jadi sumber moral yang bersih.

    baca juga: benarkah Islam agama teroris?

    Jika tidak, ia hanya akan jadi alat penguasa untuk melakukan kekerasan. Jangan lupa kejahatan yang dilakukan Nazi di jerman itu legal, berdarasarkan hukum. just because it’s legal doesn’t mean it’s right.

    Baca:  Marjan Massere Hadiri Pembukaan MTQ Antar Dusun Se-Desa Damai Kec.Tanralili

    —-

    Hak asasi manusia berguna bukan hanya untuk mengekang kuasa negara terhadap masyarakat sipil, tapi juga mengendalikannya. Negara-negara yang menggunakan dalih perang terhadap teror terbukti melakukan pengawasan tanpa ijin ke ruang-ruang privat rakyatnya. Email, telepon, dan segala privasi dilibas, atas nama perang melawan teror, yang kerap tak punya irisan sama sekali.

    Guantanamo di Amerika yang bisa melakukan penyiksaan tanpa koreksi, atau pemberangusan terhadap kebebasan berekspresi di Turki dengan menangkap ribuan akademisi juga wartawan, adalah akibat perang melawan teror, Berapa dari orang yang dipenjara di guantanamo berawal dari proses sidang yang legal?

    Berapa orang yang ditangkap rezim Erdogan dengan tuntutan yang jelas? Sekali kita memberikan izin ke negara untuk melakukan tindakan ekstrajudisial, maka ia punya potensi untuk korup. Ingat, setiap kekuasaan punya tendensi korup, kekuasaan yang mutlak bertendensu korup secara mutlak. Ini mengapa kontrol dan akuntabilitas penting.

    Pentingnya kontrol juga kendali dalam perang melawan teror bukan untuk membatasi kinerja negara menegakkan hukum. Tapi membuat negara jadi awas, bahwa melawan kejahatan tidak cukup hanya dengan tindakan tegas, tapi juga tindakan manusiawi. Pelaku teror tak peduli HAM ini jelas, tapi kita bisa memilih untuk peduli.

    Dengan membuka diri, memberikan akuntabilitas, transparan, penegak hukum akan memperoleh kepercayaan. Selama ini citra buruk yang terhadap penegak hukum terjadi bukan karena mereka bekerja dengan buruk atau tidak tegas terhadap penjahat. Tapi tidak menerapkan prinsip akuntabiltas dan terbuka dalam banyak proses hukum.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleJubir: Usut Tuntas Paslon Di Balik Kampanye Hitam yang Pojokkan HB
    Next Article Bagaimana Cara Memilih Ustadz yang Benar? Prof. Quraish Shihab: Pilihlah Ustadz yang Menganut Paham Wasathiyyah, Anda Tidak Akan Dengar Makian

    Berita Lainnya:

    DAKWAH

    Gelombang Dukungan Terus Mengalir Kepada Muh. Ridwan Yusuf Sebagai Calon Ketua Pada Konferwil Ansor Sulsel

    Januari 25, 2026
    DAKWAH

    Maros Siap Sambut Ulama Internasional Syekh Fadi, Fokus Moderasi Beragama untuk Generasi Muda

    Juli 17, 2025
    DAKWAH

    Marjan Massere Hadiri Pembukaan MTQ Antar Dusun Se-Desa Damai Kec.Tanralili

    Maret 7, 2025
    DAKWAH

    Kunjungi Dinas Pertanian, Aliansi Peduli Petani Maros Soroti Penyaluran Alsintan Di Kab.Maros

    November 22, 2024
    DAKWAH

    Rijalul Ansor Maros : Yasinan Dan Tahlilan Mengenang Wafatnya KH. Chalid Mawardi

    Juli 28, 2024
    Pos-pos Terbaru
    • Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah
    • Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 
    • Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi
    • Rangkaian Lomba HKG PKK ke-54 di Maros: Tim Penilai Kunjungi Camba dan Turikale, Disambut Mappadekko hingga Panen Tomat
    • Koni Maros Gelar Rapat Pengurus Dan Doa Bersama
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Our Picks

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.