MAROS — Peningkatan kapasitas menjadi bagian penting dalam rangkaian pelantikan 487 pengurus cabang HIMPAUDI dari 14 kecamatan se-Kabupaten Maros. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kabupaten Maros, Rabu (30/9/2026), tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi para pendidik PAUD untuk memperkuat kompetensi menghadapi perkembangan dunia pendidikan.

Kegiatan tersebut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Maros, Apt. Hj. Ulfiah Nur Yusuf Chaidir, S.Si., Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Maros Hj. Haeriah Rahman, S.P., M.M., Kepala Dinas Pendidikan, Ketua PKG PAUD se-Kabupaten Maros, pengawas TK, penilik PAUD/Pendidikan Nonformal, Ketua IGTKI, Ketua Forum Transisi PAUD-SD, Pengurus Pokja Bunda PAUD, pengurus cabang HIMPAUDI se-Kabupaten Maros, serta IGRA.
Bupati Maros Chaidir Syam dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya perhatian terhadap pendidikan anak usia dini sebagai salah satu fondasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mendukung target wajib belajar 13 tahun. Dukungan terhadap pendidikan anak usia dini juga diwujudkan melalui perhatian kepada 56 satuan pendidikan TK, PAUD, dan Kelompok Bermain di Kabupaten Maros.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola belajar masyarakat, para pendidik PAUD dinilai perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan. Kapasitas guru tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengajar, tetapi juga bagaimana menciptakan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak.
“Terima kasih kepada seluruh pengurus HIMPAUDI di 14 kecamatan. Terus berikan pengabdian terbaik untuk anak-anak kita dan bangsa ini,” kata Chaidir Syam.
Peningkatan kapasitas PTK PAUD kemudian menghadirkan tiga narasumber yang membawakan materi berbeda namun saling berkaitan dengan penguatan pendidikan anak usia dini.
Amin Hamdan menyampaikan materi “Guru PAUD, Pahlawan Super Tanpa Jubah.” Materi tersebut memberikan penekanan terhadap peran pendidik PAUD dalam mendampingi tumbuh kembang anak sekaligus menjalankan tanggung jawab pendidikan sejak usia dini.
Selanjutnya, Hajrah Kadir membawakan materi “Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan.” Materi ini mengangkat pentingnya proses transisi anak dari pendidikan anak usia dini menuju sekolah dasar agar berlangsung secara positif dan menyenangkan.
Sementara itu, Hadijah Hamdali menyampaikan materi mengenai “Kebijakan Bidang PAUD Terkait Wajib Belajar 13 Tahun.” Materi tersebut memberikan penguatan mengenai kebijakan pendidikan PAUD dalam kaitannya dengan upaya pemerintah mendorong keberlanjutan pendidikan anak.
Kegiatan peningkatan kapasitas ini sekaligus menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi para pendidik dari 14 kecamatan. Dengan bertambahnya wawasan dan kompetensi, para PTK PAUD diharapkan mampu menghadapi dinamika pendidikan yang terus berkembang.
Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Maros bersama jajaran pengurus cabang juga diharapkan dapat terus memperkuat peran organisasi sebagai wadah komunikasi, pengembangan profesional, serta pengabdian para pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.
Pelantikan pengurus cabang yang dirangkaikan dengan peningkatan kapasitas PTK PAUD menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara HIMPAUDI, pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung terwujudnya layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas di Kabupaten Maros.

