Data tersebut dipaparkan dalam rapat evaluasi PAD yang dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah di Ruang Marusu, Kantor Bupati Maros, Jumat (6/3/2026).
Sektor Unggulan dan Kontribusi Bapenda
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros, M. Ferdiansyah, merincikan bahwa capaian ini didorong oleh performa kuat di sejumlah sektor pajak daerah. Dari total Rp52 miliar yang terkumpul, sebanyak Rp33 miliar merupakan hasil pengelolaan langsung oleh Bapenda.
Beberapa rincian sektor pajak yang telah masuk antara lain:
-
BPHTB: Rp9,4 miliar
-
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB): Rp615 juta
-
Pajak Hiburan: Rp330 juta
“Capaian di awal tahun ini menunjukkan grafik yang lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil PAD juga melaporkan adanya peningkatan performa,” ujar Ferdiansyah.
Strategi Percepatan: Majukan Jatuh Tempo
Untuk memastikan target Rp352 miliar tercapai, Pemkab Maros melakukan terobosan administratif dengan mempercepat siklus penagihan pajak.
-
Distribusi SPT: Jika biasanya dilakukan pada bulan April, tahun ini telah dimulai sejak Januari.
-
Jatuh Tempo Pembayaran: Batas akhir pembayaran PBB yang biasanya jatuh pada bulan September, kini dimajukan menjadi Juli.
Langkah ini diambil untuk menjaga likuiditas kas daerah dan menghindari penumpukan pembayaran di akhir tahun.
Optimisme Maret dan Potensi Baru
Pihak Bapenda memprediksi akan terjadi lonjakan penerimaan hingga 20 persen pada bulan Maret ini. Optimisme tersebut didasarkan pada beberapa potensi pendapatan baru, di antaranya:
-
Ekspansi Hiburan: Hadirnya bioskop baru di Grand Mall Maros diharapkan mendongkrak retribusi pajak hiburan secara signifikan.
-
Optimalisasi Kawasan Strategis: Penyesuaian nilai pajak di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Grand Mall, dan zona industri besar.
-
Pemanfaatan Aset Bandara: Terbukanya seluruh akses penggunaan bangunan di area bandara diproyeksikan menyumbang tambahan PAD sebesar Rp2 hingga Rp3 miliar.
Respon Bupati Maros
Bupati Maros, Chaidir Syam, memberikan apresiasi atas kinerja tim anggaran dan OPD terkait. Menurutnya, pertumbuhan di dua bulan pertama ini merupakan sinyal positif bagi pembangunan daerah ke depan. “Kami merespons positif hasil evaluasi dua bulan ini. Ada peningkatan dibanding tahun lalu, dan ini membuktikan bahwa koordinasi antara Bapenda dan OPD penghasil berjalan efektif,” tutur Chaidir.







