KAMERA MAKASSAR,- Tirai baru birokrasi Makassar resmi terbentang. Di tengah dinamika pembangunan kota, Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah strategis dengan resmi melantik sembilan pejabat eselon II di Ruang Sipakatau Balai Kota Makassar, Selasa (9/9) pagi. Wali Kota Munafri Arifuddin memimpin pelan langsung ini, menandai era baru percepatan layanan publik dan penegasan akuntabilitas dalam birokrasi Makassar.
Sembilan posisi kunci dalam struktur pemerintahan kini diisi oleh figur-figur definitif yang diharapkan mampu membawa angin segar dan efisiensi. Mereka yang mendapatkan amanah adalah:
Andi Asminullah sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda),
Fadli Wellang sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan,
Kamelia Thamrin Tantu sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM),
Muhammad Fadli sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),
Muhammad Fuad Azis sebagai Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru),
Samsul Bahri sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora),
Haidil Adha sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA),
Andi Rahmat Mappatoba sebagai Sekretaris DPRD, dan
Andi Ani Mulyani sebagai Direktur RSUD Daya.
Dalam perayaannya, Wali Kota Munafri Arifuddin tidak hanya mengucapkan selamat, namun juga menaruh harapan besar. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban adalah wujud tanggung jawab langsung kepada masyarakat. “Jabatan ini adalah amanah, bukan hanya posisi. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kepada setiap warga Makassar,” ujar Munafri, menekankan pentingnya para pejabat menjalankan sistem organisasi secara lebih baik dan efektif, demi mendukung program-program pemerintah secara keseluruhan.
Aspek kecepatan menjadi sorotan utama. Munafri mengungkapkan alasan di balik pelantikan yang segera. “Kenapa ini (pelantikan) langsung kita laksanakan karena kita tidak mau kalah oleh waktu. Kita harus cepat mengisi kekosongan yang sudah lama, dan sampai hari ini seluruh pejabat sudah di dalam posisi definitif,” tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen untuk memecahkan kesenjangan birokrasi yang dapat menghambat laju pembangunan.
Lebih jauh lagi, Wali Kota Munafri dengan tegas meminta para pejabat untuk tidak lagi menyimpan keraguan dalam melaksanakan tugasnya. Dengan dilantiknya pejabat definitif, ia berharap tidak ada lagi alasan untuk menahan atau bekerja setengah hati. “Saya tidak mau lagi ada yang tidak gaspol dalam menjalankan tugas karena menganggap dirinya bisa diganti dan sebagainya,” tutupnya, sebuah pernyataan yang sarat makna, menghalangi totalitas dan keberanian dalam berinovasi serta mengeksekusi program tanpa beban kekhawatiran akan status sementara.
Pelantikan ini bukan sekedar seremoni pergantian nama, melainkan deklarasi komitmen terhadap percepatan dan efektivitas. Dengan sembilan nakhoda baru di pucuk pimpinan eselon II, Makassar siap “gaspol” menuju visi kota yang lebih maju, sejahtera, dan mengabdi, dengan birokrasi yang kokoh dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.







