Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Pemprov Sulsel Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan

    September 26, 2026

    SITANDUK Sasar Sekolah di Maros, Andi Satriawan Dorong Seluruh Anak Miliki Kartu Identitas

    September 25, 2026

    KKN REG. UNM GEL. 55 Dorong Akses Air Bersih di Desa Botolempangan Kec. Bontoa Kab. Maros

    September 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Mengantar Kepulangan Syamsuddin “Olleng” Rajab
    DAERAH

    Mengantar Kepulangan Syamsuddin “Olleng” Rajab

    HTBy HTMei 22, 2023
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    armin mustamin toputiri

    “Jika saya ditanya, siapakah adikmu seorang aktifis yang paling kurang ajar sama kamu sebagai seniornya, maka namamulah kusebut diurutan teratas”

    Sepenggal kalimat itu, seketika menguap dari endapan memori ingatan saya. Kala mendapat kabar, jika adik — di sekian organisasi — “Olleng” menerima suratan “Ilaihi rojiun”. Berpulang keharibaanNya.

    Tak sedikit orang, mengenalnya hanya pada sapaan akrabnya, “Olleng”. Patut diduga, hanya sedikit yang tau, jika nama lengkap, sebenarnya Syamsuddin Rajab.

    Namanya masyhur, tak sebatas region Sulsel. Lebih dari itu, di level nasional namanya ikut terbilang. Tau saya, musabab gairah hidup adik ini, tiada surut, tiada redup. Tak kenal musim, gairahnya tetap membara. Entah, bawaan dari tanah lahirnya, Jeneponto. Atau, entah buah tempaan kala mondok di Pesantren Darul Arqam, Maros.

    Ia pemberani, seolah tak kenal rasa takut. Ia kritis, banyak soal sensitif ia sorot, dimana tak banyak anak muda seusianya berani melakukan. Telaten, pemburu ilmu, rajin baca. Wajar jika argumennya-argumennya selalu saja menghentak.

    ***

    Kala memulai debutnya dalan kepengurusan KNPI Sulsel. Gilirannya ditugasi menangani kegiatan Bakti Sosial. Bukannya menolak, tapi ia menggiring saya ke sebuah warung kopi. “Kanda, organisasi sebesar KNPI masih juga bikin kegiatan Bakti Sosial kah?”, tanyanya.

    “Iyya!”, jawab saya. Singkat, pilihan terbaik, menjauhi debat panjang. Telah 100 jus khatam saya untuk tau dirinya. Sediakala sejak kami sama ber-HMI. Tak ada soal, tak disoal. “Bukannya KNPI memikirkan urusan-urusan strategis negara?”, lanjut pertanyaannya mewujud pernyataan. “Masa KNPI masih mengurus Baksos, itu urusan organisasi sekelas OSIS, kanda!”. Lagi-lagi, saya memilih bungkam. Mengalih pada topik lain.

    Baca:  Pertama di Makassar, Telkomsel Prestige Kembali Manjakan Konsumen

    Sekian bulan kelak, sebagai Sekretaris KNPI Sulsel, saya menugasinya sekali lagi. Menyusun sebuah buku tentang “Peluang dan Tantangan Kaum Muda Era Reformasi”. Tenggat waktu telah lewat, buku tak mewujud. “Hanya pengurus OSIS yang diberi tugas yang tak tepat waktu!”, gurau saya. “Wah, kalimat saya tempo hari, kini di balikkan ke diri saya”, tepisnya tersenyum simpul. Sekian bulan setelahnya, buku tebal itu, terbit.

    “Inilah hikmah di balik kakanda pernah menugasi saya menyusun sebuah buku”, ujarnya sambil menyodori saya sehelai buku baru. “Cobalah dilihat-lihat dulu nama disampul depan kanda”. Ya, di atas judul, “GMNI dan HMI dalam Politik Kekuasaan”, tertulis dua nama. Syamsuddin Rajab dan Ade Reza Hariyadi. “hebat kan adik kakanda ini?”. Saya mengaggukkan kepala. “Saya mengundang kakanda, salah satu pembedahnya”. Ok, siap!

    Dua buku telah ia susun. Disusul sekian buku lagi. Tiapkali terbit, ia mengajak saya mendiskusikan. Tepatnya, mendebat. Tak lain, saya sengaja memilih mendebat. Sebab lazimnya, jika didebat, dirinya tak tinggal diam. Jika kedua lengannya telah bermain-main, pertanda ia tengah serius berargumen. Didebat, nada suaranya kian tinggi. Alih-alih, kian mengalir pula aneka dalil demi dalil dikutipnya dari sekian pakar.

    Baca:  Gelar Peduli Penghijauan, Ini Perintah Kapolres Bantaeng Kepada Personilnya

    ***

    Meski, acapkali kunjungan kerja saya – semasa sebagai legislator – ke Jakarta, sering-sering begadang bersama Dek Olleng di kedai kopi, tapi tak sekalipun saya menanyai aktifitasnya di Jakarta.

    Meski namanya dibicarakan tak sedikit orang. Tau saya, mulanya pengurus PB HMI, sambil lanjut bersekolah. Belakangan ia aktif di Kelompok Jenggala, ex-tim pemenangan JK. Paling mutakhir, pula ia merapat ke kelompok Agung Laksono, selaku Dewan Pakar Kosgoro 1957.

    Di Jakarta, Oktober 2008. Dikala tengah malam yang telah larut, pula ia ikut merapat di Mercure Hotel Ancol. Ia datang di waktu tepat. Sidang Kongres XII Pemuda-KNPI yang tengah saya pimpin, rusuh. Peserta sidang berantem.

    Sekejap Dek Olleng, menarik saya. Membawa lari menjauhi arena sidang. Hingga pagi, kami memilih meneguk kopi di satu kedai di kawasan Manggadua. Dan pagi itu, kami dapat kabar, Ahmad Doli – kini Ketua Komisi II DPR-RI — terpilih sebagai Ketua Umum.

    “Andaikan tadi, saya tak menarik, membawa lari kanda dari ruang sidang, mungkin kanda sudah dibonyok oleh peserta sidang”. Lagi-lagi dengan gurauannya, memancing untuk ditimpali. Namun sekali lagi, pun saya mengambil jurus bungkam. “Kakanda mestinya khatam, orang Bugis-Makassar, jika memimpin sidang tingkat nasional, badik jadi palu sidang”, ujarnya sambil tersenyum simpul.

    Baca:  Sekda Takalar Hadiri Seminar Proyek Aplikasi BROBUDI

    Wah, ini kali saya tak bungkam lagi. Pernyataannya mesti ditepis. “Jika saya ditanya, siapakah adikmu seorang aktifis yang paling kurang ajar sama kamu sebagai seniornya, maka namamulah kusebut diurutan teratas”, kata saya sedikit serius. Tapi, Dek Olleng malah tertawa terpingkal-pingkal. Dan khasnya, adik satu ini jika terbahak keras, airmatanya ikut meleleh.

    ***

    Setelah meninggalkan kursi DPRD Sulsel, tak sesering lagi saya memijak kaki di Jakarta. Pun tak lagi sesering bersua, mengopi, begadang, juga berdiskusi dengan Dek Olleng. Sekian kali, gurat wajahnya melintas di benak saya. Merindukan, tak hanya pada beragam gagasan dan argemennya, tapi lebih dari itu. Pada gurau “kenakalannya” pada saya selaku seniornya.

    Meskipun itu, “kenakalannya” tak dipahami banyak orang. Berdua, kami sesama alumnus pesantren, seringkali bercanda melalui bahasa Arab. Sekalipun itu, Arab “prokem”.

    Sepekan lalu, gambarnya melintas di satu group WhatsApp. Badannya menipis, tengah berbaring dalam perawatan. Memilukan, sakit apa dia? tanya saya pada sekian karibnya di Jakarta. Dan siang ini, gambarnya melintas lagi. Allahu Akbar, jazadnya telah membujur kaku. Inna-lillahi wa-inna Ilahi rojiun!.

    Selamat jalan adikku. Dirimu lebih awal berpulang. Semoga gagasan kritismu, artikel-artikelmu, buku-bukumu, kau tinggalkan di muka bumi, mewujud “ilmin la-yuntafa’u bihi”. Ilmu yang bermanfaat, mengiringi amal jariyahmu di alam sana.

    Amin! Al Fatihah…!

    Faisal-Phinisi, 21 Mei 2023

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticlePemdes Marumpa Gelar Giat Cegah dan Penanganan Stunting
    Next Article Pebalap Mesti Siap-Siap, Ikatan Motor Indonesia Bakal Gelar Drag Race di Maros

    Berita Lainnya:

    DAERAH

    Isu Rencana Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros, DPRD Maros Pertanyakan RAPBD 2027

    September 14, 2026
    DAERAH

    Kabar Baik : APBD Maros Perubahan 2026 Naik Rp54,16 Miliar, Prioritaskan Gaji PPPK hingga Jalan Baru Tompobulu

    September 11, 2026
    DAERAH

    Satu Matahari di Langit Organisasi: Menggugat Kejelasan di Balik Isu Pembekuan KNPI Maros

    September 9, 2026
    DAERAH

    Dituding Mengganggu Ketertiban Umum Jalbar Mamminasata, Perwakilan Pedagang UMKM Angkat Bicara!

    September 7, 2026
    DAERAH

    Ketegasan yang Sunyi: Langkah Pemkab Maros Kembalikan Ketertiban Jalan Poros

    September 4, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Pemprov Sulsel Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan
    • SITANDUK Sasar Sekolah di Maros, Andi Satriawan Dorong Seluruh Anak Miliki Kartu Identitas
    • KKN REG. UNM GEL. 55 Dorong Akses Air Bersih di Desa Botolempangan Kec. Bontoa Kab. Maros
    • GMBI Maros Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Rea-Rea, Tupabiring
    • Isu Rencana Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros, DPRD Maros Pertanyakan RAPBD 2027
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,595 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026976 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026827 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,595 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026976 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026827 Views
    Our Picks

    Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Pemprov Sulsel Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan

    September 26, 2026

    SITANDUK Sasar Sekolah di Maros, Andi Satriawan Dorong Seluruh Anak Miliki Kartu Identitas

    September 25, 2026

    KKN REG. UNM GEL. 55 Dorong Akses Air Bersih di Desa Botolempangan Kec. Bontoa Kab. Maros

    September 22, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.