Maros. Kameraliputan.com.,- Keluhan masyarakat Kecamatan Moncongloe soal dampak banjir yang ditimbulkan penimbunan oleh pengembang Royal Sentraland direpons Komisi II DPRD Maros.
Sejumlah legislator melakukan pemantauan, Kamis, 4 Januari 2024. Hasilnya, memang ditemukan permukiman dan sawah warga kini lebih gampang tergenang.
Anggota Komisi II DPRD Maros, Hasmin Badoa mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perhubungan dan Pertanahan (PUTRPP).
“Mau dibuatkan saluran air. Sekarang lagi dibuat dulu gambarnya di Dinas PU,” katanya.
Pihaknya pun akan memanggil penentu kebijakan dari Royal maupun kompleks Pesona dan perumahan dosen serta Kampus Politeknik untuk ikut berkontribusi pembuatan saluran air.
“Pihak Royal telah membuka akses air sementara, agar masyarakat bisa tetap menanam,” tutur Hasmin.
Legislator PPP itu menyebut saluran yang akan dibuat selebar 2 meter, panjang 500 meter.
“Anggaran yang dibutuhkan itu Rp200-400 juta,” sebutnya.
Hasmin meminta pengerjaan dilakukan secepatnya. Sangat urgen, ucapnya. Dia menilai itu bisa dianggarkan tahun ini juga.
Hasmin menceritakan, wilayah tersebut memang pernah banjir namun bisa surut dengan cepat.
“Biasanya setelah hujan tidak lama akan ikut surut. Tapi setelah Royal menimbun, air tergenang sampai satu minggu,” pungkasnya.







