Maros – Proyek pelebaran jalan nasional di kawasan hutan Karaengta poros Maros – Bone sudah dimulai. Pelebaran jalan akan dilakukan sepanjang 13,2 kilometer dengan penambahan ruas jalan masing-masing 1 meter di sisi kanan dan kiri. Kamis (2/3/2023).
Namun, proses pengerjaan proyek pelebaran jalan nasional itu sedikit menemui kendala. Pasalnya, demi pelebaran jalan, ada 1000 batang pohon yang akan ditebang.
Manager struktur, Zulfikar mengatakan dari 1000 Batang pohon yang akan ditebang. Baru 15 yang terealisasi. Hal itu, menyusul pelarangan dari pihak Taman Nasional Bantimurung Bulu Saraung (TNBABUL).
“Rencananya itu ada 1.000 pohon. Kemarin kita sudah tebang 15 terus dihentikan sementara karena ada larangan dari pihak kehutanan,” katanya.
Saat ini, Kata Zulfikar, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait terkait penebangan pohon.
“Sedang kita koordinasikan selanjutnya seperti apa. Kami itu tidak menebang begitu saja. Penghijauan pasti akan kita lakukan. Kita juga akan menyerahkan bibit pohon untuk ditanam kembali,” ucapnya.
Terkait proyek pelebaran jalan itu, Zulfikar menyebut sudah dikerjakan sejak November tahun lalu dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2023.
“Efektif pengerjaannya itu mulai November 2022, batas akhirnya Desember 2024,” lanjutnya.
Pelebaran jalan akan dilakukan sepanjang 13,2 kilometer dengan penambahan ruas jalan masing-masing 1 meter di sisi kanan dan kiri. Saat ini, lebar jalan hanya 5,5 meter.
“Idealnya lebar jalan itu 7 meter. Jadi, sisi kiri dan kanan ditambah masing-masing 1 meter, begitu pula bahu jalannya ada tambahan sisi kiri dan kanan masing-masing 1 meter,” terangnya.
Total anggaran yang digunakan dalam proyek pelebaran jalan ini mencapai Rp157 miliar, dengan jumlah pekerja 400 sampai 500 orang.







