Maros – Kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Muhadjir Effendy ke Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Jumat, 25 Agustus 2023, disambut dengan pameran produk BUMDes.
Muhadjir pun terpukau. “Saya datang terkait penanganan masalah multidimensi. Untuk penanganan BUMDes-nya sudah bagus,” ujarnya.
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (2000–2016) itu menilai produk dan kemasan BUMDes Sudirman sudah bagus. Tetapi butuh koordinasi antarinstasi. Misalnya cara pemasaran produk agar lebih dikenal oleh masyarakat.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berpendapat, produksi BUMDes desa Sudirman yang mengambil konsep eco green sudah sesuai dengan program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.
“Ekonomi hijau sedang dicanangkan oleh presiden,” tuturnya.
Produk andalan Desa Sudirman berupa tas kulit ecoprint yang berbasis bahan alami.
“Menurut saya itu sudah luar biasa. Perlu jadi contoh bagi desa-desa lain,” imbuh Muhadjir.
Di sela kunjungannya, warga mengajukan permintaan berupa mesin printing, mesin press, hingga traktor.
“Nanti akan kita upayakan karena bantuan tersebut tidak ada di Kemenko PMK tapi ada di kementerian teknis,” tuturnya.
Kepala Desa Sudirman, Lenny Marlina menyebutkan ada berbagai produk yang dihasilkan dari ecoprint ini. Mulai dari kain, jilbab, sepatu, hingga tas.
“Yang diborong sama Pak Menko tadi kain, jilbab, dan ransel. Harganya itu mulai dari Rp50 ribu sampai Rp800 ribu,” ujarnya.
Dalam kunjungan yang juga dihadiri Bupati Maros, Chaidir Syam itu, Muhadjir juga membahas upaya penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.







