blank

Bupati Maros Raih Penghargaan Apresiasi Bela Negara: Menjaga Semangat Pancasila Melalui Kolaborasi Bangsa

blank

BANDUNG, Kameraliputan.com – Dalam rangkaian kunjungan kerja di Jawa Barat, Bupati Maros, Dr. H.A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H., meraih penghargaan bergengsi Apresiasi Bela Negara dari Forum Pemimpin Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Mabes TNI. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Mayjen TNI Freddy Ardianzah (Kepala Pusat Penerangan TNI) dan Bernadus Wilson Lumi (Ketua FPRMI) di Hotel El Royal Bandung, Senin (22/12/2025). Penghargaan ini menjadi tonggak pengakuan resmi atas komitmen pemerintah daerah Maros dalam mengembangkan nilai-nilai bela negara, memperkuat wawasan kebangsaan, dan membangun sinergi berkelanjutan antara pemerintah, TNI, serta masyarakat.

Bela Negara sebagai Warisan Jiwa Pancasila

Dalam sambutannya, Bupati Maros menyatakan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Maros. “Ini bukan hanya penghargaan bagi saya pribadi, tetapi bagi seluruh aparatur pemerintah, TNI, tokoh masyarakat, hingga generasi muda yang telah peduli pada martabat bangsa,” ujarnya dengan mantap.

Sebagai wilayah dengan kisah proklamasi kemerdekaan dan semangat perjuangan, Maros aktif menerapkan kebijakan pembangunan yang menempatkan bela negara sebagai landasan kultural. Program-program seperti pelatihan dasar bela negara bagi pelajar, kolaborasi TNI dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, serta konservasi budaya dan sejarah perjuangan rakyat, menjadi fondasi di balik predikat ini.

Sinergi TNI dan Daerah: Contoh Kolaborasi Strategis

Penghargaan ini juga menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI. Kolaborasi yang dibangun dalam lima tahun terakhir, termasuk operasi pengamanan perbatasan virtual untuk wilayah agraris Maros dan program “Santunan Warga Maros” yang melibatkan kesadaran bela negara di tingkat RT/RW, menciptakan tali asih antarnegara dan rakyat.

Mayjen Freddy Ardianzah, dalam sambutannya, memuji inisiatif Maros sebagai contoh ” perdamaian aktif” yang diwujudkan melalui pendidikan karakter, keterlibatan generasi muda, dan penguasaan teknologi dengan tetap memegang nilai-nilai Pancasila. “Bela negara bukan pilihan, melainkan kewajiban, sekaligus tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Menginspirasi Gerakan Daerah Lain

FPRMI meyakini bahwa penghargaan ini dapat menjadi katalis gerakan bela negara di daerah-daerah lain di Indonesia. “Maros telah menunjukkan bahwa pembangunan fisik dan spiritual bangsa bisa saling melengkapi. Nilai bela negara bukan hanya soal pertahanan fisik, tapi juga memperkokoh rasa kebangsaan di masa depan,” kata Bernadus Wilson Lumi.

Acara yang dihadiri sekitar 300 undangan, termasuk pejabat TNI, akademisi, dan perwakilan media nasional, berlangsung di tengah suasana hangat yang diisi penyampaian makalah tentang “Bela Negara dalam Era Digital” serta tayangan video kisah para pahlawan perempuan Sulawesi Selatan.

Menghadapi Tantangan Global dengan Jiwa Bangsa

Seiring dengan globalisasi yang menghadirkan ancaman tak terlihat (cyber threat, erosi identitas budaya), Bupati Chaidir Syam kembali menekankan pentingnya membekali masyarakat dengan kepemimpinan berbudi luhur dan semangat kerja bersama. “Kita tidak hanya sekadar bertahan, tapi harus menjadi penjaga nilai-nilai luhur untuk masa depan generasi Maros dan Indonesia,” katanya.

Penghargaan ini bukan penutup perjalanan, melainkan pintu masuk baru. Maros, dengan segudang tradisi, karya industri kreatif, dan semangat bela negara yang tumbuh dari akar rumput, siap menjadi simbol persatuan di tengah keragaman Nusantara.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: