GOWA – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meresmikan ruas Jalan Burung-Burung–Bili-Bili sepanjang 6,95 kilometer di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Rabu (21/10/2026). Rampungnya pembangunan jalan tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.
Peresmian ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, khususnya pada jalur strategis yang menghubungkan kawasan permukiman, wilayah dataran tinggi Kabupaten Gowa, dan akses menuju Kota Makassar.
Jalan yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat karena kondisi berlubang dan debu, kini telah ditangani menggunakan konstruksi beton yang dirancang lebih kuat dan tahan lama.
Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, anggota DPRD Sulsel, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sulsel, Pemerintah Kabupaten Gowa, serta masyarakat setempat.
Ruas Jalan Burung-Burung–Bili-Bili merupakan bagian dari Paket 1 program Multi Years Project (MYP) Infrastruktur Jalan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai anggaran keseluruhan Rp430 miliar.
Program tersebut mencakup penanganan 13 ruas jalan yang tersebar di Kota Makassar serta Kabupaten Gowa, Sinjai, dan Bulukumba.
Khusus ruas Burung-Burung–Bili-Bili, pembangunan menggunakan konstruksi beton dengan ketebalan sekitar 40 sentimeter dan mutu beton K-400. Spesifikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tahan jalan dalam menghadapi tingginya volume lalu lintas harian.
Selain pekerjaan konstruksi, penataan juga mencakup pemasangan marka jalan dan pengecatan bahu jalan berwarna hijau untuk mendukung ruang bagi pejalan kaki dan pesepeda.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan jalan yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Alhamdulillah setelah sekian lama ruas jalan ini akhirnya kita resmikan secara bersama, sudah mulus dilalui kendaraan dengan skema multi years dari pemerintah provinsi,” ujarnya.
Menurutnya, skema MYP memungkinkan pembangunan infrastruktur dilakukan secara berkesinambungan dengan perencanaan yang lebih terintegrasi sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lebih efisien dari sisi waktu maupun biaya.
Andi Sudirman menjelaskan, Jalan Burung-Burung–Bili-Bili memiliki peran strategis karena menjadi jalur yang dilalui masyarakat dari wilayah dataran tinggi Kabupaten Gowa maupun pengguna jalan yang hendak menuju Kota Makassar.
Dengan kondisi jalan yang semakin baik, mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih lancar. Peningkatan aksesibilitas ini juga berpotensi mendukung aktivitas ekonomi warga dan mempermudah perjalanan menuju sejumlah kawasan strategis serta destinasi pariwisata.
Pemerintah provinsi juga menaruh perhatian pada aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, termasuk masyarakat yang berjalan kaki maupun bersepeda.
“Pembangunan jalan ini bukan hanya untuk memperlancar kendaraan, tetapi juga bagaimana memberikan ruang yang memadai bagi masyarakat untuk berjalan kaki dan bersepeda. Ini sejalan dengan semangat program Jalan Sehat Anti Mager yang mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat,” jelasnya.
Gubernur turut mengapresiasi jajaran DPRD Sulawesi Selatan dan seluruh pihak terkait yang aktif memberikan masukan serta melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, pengawasan dan koordinasi menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
“Kami juga mengapresiasi seluruh jajaran anggota DPRD, serta pihak terkait yang rutin turun langsung ke lapangan untuk memberikan masukan. Check and balance untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan dan standar yang ditetapkan,” sambungnya.
Rampungnya Jalan Burung-Burung–Bili-Bili menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulsel untuk memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas.
Pemerintah berharap, keberadaan jalan tersebut tidak hanya meningkatkan kenyamanan perjalanan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperlancar akses menuju kawasan wisata di Kabupaten Gowa dan sekitarnya.


