MAKASSAR — Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin organisasi menghadapi Pemilu 2029. Setelah kepengurusan DPW PAN Sulsel dan DPD PAN di 24 kabupaten/kota resmi dikukuhkan, partai berlambang matahari tersebut menetapkan target peningkatan perolehan kursi legislatif, baik di tingkat DPR RI maupun DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi, menyampaikan target tersebut setelah dirinya bersama jajaran pengurus DPW dan DPD PAN se-Sulsel dilantik oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan di Hotel Claro Makassar, Rabu (7/10/2026).

Dalam menghadapi Pemilu 2029, PAN Sulsel menargetkan dapat meraih lima kursi DPR RI. Target tersebut meningkat dibandingkan hasil Pemilu 2024 yang menempatkan PAN Sulsel memperoleh tiga kursi di DPR RI.
Ashabul Kahfi mengatakan target lima kursi DPR RI tersebut akan diperjuangkan melalui tiga daerah pemilihan (dapil) di Sulawesi Selatan.
PAN menargetkan dua kursi dari Dapil Sulsel I, dua kursi dari Dapil Sulsel II, serta satu kursi dari Dapil Sulsel III.
Salah satu dapil yang menjadi perhatian adalah Dapil Sulsel II yang meliputi sejumlah daerah, di antaranya Maros, Bone, Bulukumba, Sinjai, Pangkep, Barru, Soppeng, Wajo dan Kota Parepare.

Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi suara yang cukup besar bagi PAN. Keberadaan kader PAN yang menduduki jabatan publik juga dipandang sebagai salah satu modal penting untuk memperkuat basis politik partai.
Salah satu kader yang menjadi perhatian adalah Bupati Maros Chaidir Syam, yang juga masuk dalam jajaran kepengurusan PAN Sulsel dengan posisi strategis.
Selain target lima kursi DPR RI, PAN Sulsel juga memasang target 10 kursi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada Pemilu 2029.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya PAN untuk mengembalikan kekuatan politiknya di parlemen Sulsel sekaligus membuka peluang kembali menduduki posisi pimpinan DPRD Sulsel.
Pada Pemilu 2019, PAN Sulsel berhasil memperoleh tujuh kursi DPRD Sulsel. Namun, perolehan tersebut menurun pada Pemilu 2024 menjadi empat kursi.
Karena itu, kepengurusan baru PAN Sulsel menghadapi tantangan untuk meningkatkan kembali perolehan kursi pada Pemilu 2029.
Konsolidasi organisasi menjadi salah satu agenda utama yang akan dilakukan. Penguatan struktur partai mulai dari tingkat DPW, DPD hingga struktur di tingkat bawah akan terus dilakukan untuk memastikan mesin politik PAN berjalan secara maksimal.
Ashabul Kahfi juga menilai kehadiran sejumlah tokoh baru dalam struktur kepengurusan PAN Sulsel dapat memberikan energi baru bagi partai.
Masuknya tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman pemerintahan, politik maupun basis sosial di daerah diharapkan mampu memperluas jaringan dan memperkuat daya saing PAN menghadapi kontestasi politik lima tahunan.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan memberikan optimisme terhadap kekuatan PAN di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, Sulsel memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap perolehan kursi PAN di DPR RI. Bahkan, potensi tersebut dinilai dapat melampaui target lima kursi yang telah ditetapkan DPW PAN Sulsel.
Zulkifli Hasan melihat Sulawesi Selatan berpeluang menyumbangkan hingga enam kursi DPR RI bagi PAN pada Pemilu 2029.
Optimisme tersebut menjadi dorongan bagi pengurus PAN Sulsel untuk bekerja lebih serius dalam membangun kekuatan partai.
Pengukuhan kepengurusan DPW PAN Sulsel bersama DPD PAN di 24 kabupaten/kota juga menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh kader dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Dengan struktur organisasi yang telah terbentuk, PAN Sulsel kini memiliki waktu untuk mempersiapkan strategi pemenangan secara lebih matang.
Konsolidasi kader, penguatan struktur hingga tingkat bawah, peningkatan keterlibatan generasi muda, serta optimalisasi basis suara di masing-masing daerah menjadi bagian penting dalam upaya mencapai target tersebut.
Keberadaan kader PAN yang saat ini menduduki jabatan kepala daerah juga diharapkan mampu menjadi kekuatan tambahan dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap partai.
Bagi PAN Sulsel, target lima kursi DPR RI dan 10 kursi DPRD Sulsel bukan sekadar angka, tetapi menjadi ukuran keberhasilan kepengurusan baru dalam mengembalikan kejayaan partai di Sulawesi Selatan.
Dengan dukungan struktur organisasi di 24 kabupaten/kota, keberadaan kader di pemerintahan serta masuknya sejumlah tokoh baru, PAN Sulsel optimistis dapat meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029.
Kepengurusan baru pun dituntut untuk segera bekerja, memperkuat konsolidasi dan mendekatkan partai dengan masyarakat. Langkah tersebut menjadi modal penting untuk mewujudkan target politik PAN Sulsel sekaligus memperkuat posisi partai dalam peta politik Sulawesi Selatan menuju Pemilu 2029.

