KAMERA MAROS – Air adalah napas kehidupan, sumber penghidupan, dan tolok ukur utama kesejahteraan masyarakat. Sadar betul akan krusialnya kebutuhan dasar ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengambil langkah strategis yang patut diapresiasi. Di bawah komando kepemimpinan daerah, Pemkab Maros bersiap mengalirkan napas baru bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bantimurung melalui rencana penyertaan modal fantastis yang diproyeksikan mencapai Rp100 miliar.
Langkah awal dari asa besar ini telah resmi dimulai. Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang penyertaan modal tersebut kini telah diserahkan secara resmi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros untuk dibahas lebih lanjut. Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, saat ditemui pada Selasa, 1 September 2026, mengungkapkan bahwa angka Rp100 miliar merupakan proyeksi kebutuhan riil untuk merombak wajah pelayanan air bersih di Butta Salewangang. Kendati demikian, angka ini masih akan melalui koridor pembahasan bersama legislatif sebelum akhirnya disahkan.
Bukan Sekadar Angka, Ini Tentang Transformasi Layanan
Lantas, akan dikemanakan dana sebesar itu? Muetazim membeberkan bahwa suntikan dana segar ini difokuskan secara presisi untuk pembangunan dan penguatan infrastruktur vital pelayanan air bersih.
Selama ini, tantangan klasik yang dihadapi penyedia layanan air bersih kerap tersendat oleh keterbatasan fasilitas. Melalui penyertaan modal ini, berbagai pengerjaan fisik akan digenjot: mulai dari pengadaan mesin pompa baru yang lebih bertenaga, penguatan struktur reservoir (penampungan air), hingga upgrading atau peningkatan mutu fasilitas secara menyeluruh.
Menariknya, ada pergeseran paradigma birokrasi dalam penyaluran dana ini. Jika sebelumnya anggaran kerap dibebankan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), maka kali ini penyertaan modal akan diberikan secara langsung kepada PDAM Tirta Bantimurung. Langkah ini diyakini akan membuat gerak langkah PDAM lebih mandiri, lincah, dan akuntabel dalam mengeksekusi program-program di lapangan.
Musuh Utama: Antara Infrastruktur dan Ketersediaan Air Baku
Namun, Pemkab Maros tidak sedang menutup mata pada realitas di lapangan. Mempercantik dan memperkuat infrastruktur saja dinilai belum cukup untuk menuntaskan akar persoalan krisis air bersih yang kerap dikeluhkan warga. Ada musuh yang lebih fundamental: ketersediaan air baku.
Dengan gaya bicaranya yang lugas, Muetazim mengingatkan sebuah esensi logis dalam pengelolaan air bersih. “Kita mencari lagi potensi air baku, air bawah tanah yang baru. Karena biarpun bagaimana kita bangun fasilitas, kita upgrading reservoir, kalau jumlah air baku yang tidak ada, sama bohong juga,” tegasnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Pemkab Maros tidak sekadar bekerja secara administratif, melainkan memikirkan solusi yang holistik dan berkelanjutan. Pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan perburuan dan konservasi sumber-sumber air baku baru. Tanpa air baku yang memadai, megahnya infrastruktur hanya akan menjadi raga tanpa jiwa.
Titik Fokus: Menyapa Warga di Tanralili, Bantimurung, hingga Pattontongan
Rencana besar ini tentu tidak akan ditebar secara sembarangan. Pemkab Maros telah memetakan titik-titik krusial yang menjadi urat nadi pelayanan PDAM Tirta Bantimurung.
Fokus penguatan infrastruktur nantinya akan diarahkan secara strategis ke sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) utama. Wilayah-wilayah seperti IPA Tanralili, IPA Bantimurung, dan IPA Pattontongan diproyeksikan menjadi garda terdepan yang akan merasakan sentuhan perbaikan masif ini. Wilayah-wilayah ini dipilih karena tingkat kepadatan penduduk serta pertumbuhan kawasan yang menuntut suplai air bersih yang kian mendesak dari hari ke hari.
Menuju Maros yang Lebih Segar dan Mandiri
Langkah Pemkab Maros menggelontorkan penyertaan modal Rp100 miliar ini bukan sekadar investasi finansial, melainkan investasi sosial jangka panjang. Ini adalah bentuk kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakatnya.
Kini, bola panas berada di tangan DPRD Maros bersama eksekutif untuk menggodok Ranperda tersebut menjadi regulasi yang sah. Masyarakat Maros tentu menanti dengan penuh harap—menunggu tetesan demi tetesan air bersih mengalir deras ke keran-keran rumah mereka, membawa serta asa hidup yang lebih sehat, bersih, dan sejahtera.


