KAMERA MAROS – Roda organisasi partai politik tidak boleh mengenal kata berhenti, apalagi vakum. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan menyikapi dinamika internal yang terjadi di Kabupaten Maros.
Menyusul pengunduran diri Suhartina Bohari dari kursi Ketua DPD II Golkar Maros, pimpinan tertinggi Golkar Sulsel bergerak cepat. Dalam agenda konsolidasi yang digelar di Gedung Golkar Maros pada Selasa, 25 Agustus 2026, Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), secara resmi mengusulkan nama Andi Patarai Amir sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Maros.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Mundurnya Suhartina Bohari, yang memilih untuk mencurahkan perhatian lebih kepada keluarga dan dunia usahanya, meninggalkan kekosongan kepemimpinan yang krusial.
“Beliau mau lebih fokus urus keluarga dan usaha. Sementara partai ini kan tidak boleh vakum,” ungkap IAS, figur yang dikenal dengan jejaring politiknya yang kuat, saat memberikan keterangan.
Menyerahkan Kemudi pada yang Berpengalaman
Untuk mengisi kekosongan tersebut, IAS menilai figur Andi Patarai Amir adalah sosok paling ideal. Pengalaman Patarai di internal Golkar Maros menjadi pertimbangan utama. Mantan Wali Kota Makassar ini menyebut Patarai sangat memahami peta jalan, karakter organisasi, hingga seluk-beluk persoalan internal Partai Golkar di Butta Salewangang tersebut.
“Saya pikir dia tahu masalah yang ada di dalam,” puji IAS, merujuk pada rekam jejak Patarai yang pernah memimpin Golkar Maros sebelumnya.
Kendati demikian, proses penunjukan ini masih berproses. IAS menjelaskan bahwa penerbitan Surat Keputusan (SK) penunjukan Plt Ketua DPD II Golkar Maros saat ini masih menunggu restu dan keputusan dari DPP Partai Golkar di pusat. Jabatan Plt ini sifatnya transisional, yakni menjaga kestabilan partai hingga perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Maros yang dijadwalkan rampung pada Desember mendatang.
Kesiapan Sang Plt: Merapikan Barisan Menyongsong Musda
Menanggapi penunjukan dirinya, Andi Patarai Amir menyatakan kesiapan penuh. Anggota DPRD Sulawesi Selatan itu menegaskan bahwa tugas utamanya sebagai Plt adalah melakukan konsolidasi, membenahi struktur organisasi yang ada, serta memastikan agenda Musda berjalan sesuai jadwal.
Dengan pengalaman memimpin Golkar Maros selama kurang lebih lima tahun di masa lalu, Patarai merasa tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi kembali dengan mesin partai di daerah tersebut.
“Otomatis tugasnya sebagai Plt menyelesaikan Musda,” ujar Patarai lugas.
Lantas, apakah penunjukan ini menjadi batu loncatan bagi Patarai untuk kembali memegang kendali penuh secara definitif? Menanggapi peluang maju sebagai calon Ketua DPD II Golkar Maros dalam Musda mendatang, Patarai tidak menutup pintu rapat-rapat. Sambil tersenyum, ia menyerahkan dinamika tersebut pada situasi dan perkembangan ke depan.
“Memungkinkan untuk saya maju kembali, tapi kita lihat kondisi saja,” pungkasnya.
Dengan langkah cepat yang diambil IAS dan kesiapan Andi Patarai Amir, Golkar Maros kini bersiap membuka babak baru. Konsolidasi yang solid diyakini akan menjaga marwah partai berlambang pohon beringin ini tetap hijau dan siap menghadapi agenda politik ke depan di Kabupaten Maros.


