KAMERA SULSEL – Seekor sapi lokal jenis Simental asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, resmi terpilih menjadi hewan kurban bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sapi raksasa yang diberi nama “Rambo Pamungkas” ini memiliki bobot fantastis mencapai 951 kilogram dan dibanderol dengan harga Rp95 juta.

Rambo Pamungkas dibeli langsung dari peternakan Putra HTT Farm milik Rudiansyah, yang berlokasi di Lingkungan Sambo Tara, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.
Lolos Seleksi Ketat Setneg dan Kementan
Sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban orang nomor satu di Indonesia, Rambo Pamungkas harus melewati proses seleksi dan pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat. Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan dari Sekretariat Negara (Setneg) RI dan Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh kualifikasi, mulai dari kelayakan kesehatan hingga bobot minimal di atas 900 kilogram, terpenuhi dengan sempurna.
Bupati Maros, Chaidir Syam, didampingi Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Maros, Farida Syukur, turun langsung ke lokasi peternakan pada Jumat (22/5/2026) untuk memantau kondisi kesehatan dan kesiapan sapi tersebut.
“Alhamdulillah, sapi yang dipilih untuk kurban Bapak Presiden memenuhi standar. Bobot sapi ini mencapai 951 kilogram sehingga sangat memenuhi syarat utama,” ujar Chaidir Syam usai meninjau peternakan.
Chaidir menambahkan bahwa pihak kepresidenan sengaja memberikan arahan untuk memprioritaskan pencarian sapi-sapi unggulan dari peternak lokal di daerah. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah pusat terhadap sektor peternakan rakyat.

Dialokasikan ke Wilayah Pedesaan di Kecamatan Camba
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lokasi penyembelihan sapi kurban Presiden kali ini sengaja digeser ke wilayah pinggiran. Sapi kurban bantuan Presiden tersebut dijadwalkan akan disembelih di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba.
Langkah inovatif ini diambil agar manfaat dan berkah kurban dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang berada di wilayah pedesaan.
“Selama ini sapi kurban Presiden lebih banyak dibagikan di wilayah kota. Tahun ini kita arahkan ke Kecamatan Camba. Pemerintah Kabupaten Maros bersama pihak kecamatan dan pengurus masjid setempat nantinya akan melakukan pendataan warga kurang mampu untuk menerima pembagian daging kurban tersebut,” jelas Chaidir.
Kisah “Rambo Pamungkas”: Berawal dari Inseminasi Buatan
Di sisi lain, rasa syukur dan bangga tak bisa disembunyikan oleh Rudiansyah selaku pemilik peternakan Putra HTT Farm. Ia mengaku sangat berterima kasih karena hewan ternak terbaiknya dipilih oleh Presiden Prabowo.
“Alhamdulillah, saya merasa bangga dan berterima kasih kepada Bapak Presiden karena sudah memilih hewan ternak kami,” ungkap Rudiansyah.
Rudi menceritakan bahwa Rambo Pamungkas merupakan hasil dari program Inseminasi Buatan (IB) yang telah ia pelihara selama kurang lebih lima tahun. Dari sekitar 50 ekor sapi di peternakannya, Rambo Pamungkas adalah satu-satunya sapi jenis Simental yang ia miliki.
Mengenai nama uniknya, Rudi membeberkan bahwa nama “Rambo Pamungkas” disematkan karena warna tubuh sapi tersebut yang gagah, dianggap menyerupai karakter film laga legendaris, Rambo.
Meski berukuran jumbo, Rudi mengaku tidak memberikan perlakuan atau ritual khusus dalam perawatannya. Sapi tersebut hanya diberi pakan sederhana berupa rumput segar dan comboran. Menariknya lagi, Rambo Pamungkas sebenarnya tidak dipersiapkan secara khusus untuk kurban Presiden, bahkan sebelumnya sempat ditawar oleh sejumlah pengusaha lokal.
“Banyak yang menawar sebelumnya, tapi belum cocok harga,” pungkas Rudi tersenyum.
Kini, dengan kepastian tersebut, Rambo Pamungkas dipastikan akan menjadi berkah Iduladha yang dinanti-nantikan oleh warga masyarakat di pelosok Kabupaten Maros.






