
Peluncuran program ini ditandai dengan penyerahan buku secara simbolis bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Lapangan Pallantikang pada Senin (18/5/2026). Momentum ini dilaksanakan bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Hari Buku Nasional (Harbuknas), serta HUT Perpustakaan Nasional RI ke-46.
Dalam peluncuran tersebut, Bupati Chaidir Syam didampingi oleh Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur, jajaran Forkopimda, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Aksi nyata langsung terlihat saat para ASN berbondong-bondong mengumpulkan buku di area Book Drop yang telah disediakan oleh Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Maros, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros, serta SMP Negeri 2 Maros. Hanya dalam waktu satu jam, gerakan ini berhasil mengumpulkan sebanyak 652 judul buku.
“Gerakan donasi buku ini merupakan salah satu usaha konkret pemerintah daerah untuk meningkatkan minat membaca di kalangan generasi muda, sekaligus memperluas akses literasi bagi para pelajar di Kabupaten Maros,” ujar Chaidir Syam setelah menandatangani prasasti pernyataan gerakan tersebut.
Bupati menjelaskan bahwa setiap ASN diwajibkan menyumbang minimal satu naskah buku yang masih layak baca. Buku-buku bermutu dengan genre sains, sastra, life skill, hingga pengetahuan umum ini akan terus dihimpun hingga puncak Hari Jadi Maros pada Juli 2026 mendatang, sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah dan pusat bacaan, khususnya di kawasan pedalaman.
Penyerahan Bantuan Buku Kepada 9 Penerima
Selain pengumpulan donasi, acara ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros kepada sembilan penerima dari unsur pemerintah desa, institusi pendidikan, dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), antara lain: Kepala Desa Borimasunggu, Kec. Marusu,Kepala Desa Baruga, Kec. Bantimurung ,Kepala SDIT Fastabikul Khaerat, Kepala SDN 83 Padang Setang,Kepala SDN 30 Maros,Kepala SMPN 10 Bantimurung,Kepala SMPN 30 Manrimisi Lompo,TBM Lorong Ceria,TBM Mentari Pagi
Darurat Buku Nasional Jadi Tantangan
Ketua GPMB Maros, Bachtiar Adnan Kusuma, yang menerima penyerahan prasasti gerakan ini bersama Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Maros, Irham Bijaksana, memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif Pemkab Maros.
Bachtiar memaparkan data bahwa Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan besar dalam ketersediaan buku baku. Merujuk data ISBN Perpustakaan Nasional RI tahun 2025, jumlah buku baru yang terbit hanya sekitar 128.814 judul per tahun, berbanding jauh dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 288 juta jiwa. Artinya, satu buku baru rata-rata harus berbagi untuk 2.242 orang.
“Standar internasional dari UNESCO mendorong agar setiap orang minimal membaca tiga judul buku baru setiap tahun. Jika itu acuannya, Indonesia idealnya butuh 866,6 juta buku baru per tahun. Kondisi ini harus menjadi alarm nasional, dan apa yang dilakukan Bupati Maros adalah aksi nyata yang mendesak untuk ditiru daerah lain,” tegas Bachtiar.
Sambutan Hangat Antusiasme ASN
Inisiatif ini disambut hangat oleh para pegawai setempat. Salah seorang ASN Pemkab Maros, Alfi Syahriana, mengaku sengaja membawa lebih dari satu buku untuk disumbangkan.
“Saya mengumpulkan beberapa buku cerita dan pengetahuan yang kondisinya masih sangat bagus. Daripada hanya disimpan di rumah dan berdebu, jauh lebih baik disumbangkan agar bermanfaat bagi anak-anak sekolah,” ungkap Alfi penuh semangat. ia berharap gerakan seperti ini bisa menjadi agenda berkala yang nantinya ikut melibatkan masyarakat luas.
Melalui gerakan terintegrasi ini, Pemkab Maros optimis mampu merapatkan jurang akses bacaan sekaligus memperkuat komitmen berkelanjutan dalam mewujudkan Maros sebagai Kabupaten Literasi yang inklusif dan berdaya saing.






