Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Temmappaduae ini dihadiri oleh berbagai elemen pimpinan daerah, mulai dari pihak kepolisian, pemerintah kecamatan, hingga tenaga kesehatan.

Sinergi Lintas Sektoral

Camat Marusu, Samsul Idrus, dalam sambutannya menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendirian. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat adalah kunci utama dalam pencegahan dini.

“Edukasi seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pemuda akan bahaya narkoba sejak dini. Kita butuh komitmen bersama,” ujar Samsul.

Paparan Narasumber: Hukum dan Kesehatan

Acara ini menghadirkan dua narasumber utama yang mengupas tuntas dampak narkotika dari sudut pandang yang berbeda:

  • Perspektif Hukum: Kapolres Maros yang diwakili oleh Kaurbinops Satres Narkoba, Ipda Amiruddin, menegaskan bahwa pemuda adalah aset bangsa yang harus dijaga. Ia mengajak peserta untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan berani melaporkan jika melihat adanya peredaran gelap narkoba.

  • Perspektif Kesehatan: Penyuluh Kesehatan Masyarakat Puskesmas Marusu, Ibu Aminah, S.KM, menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan obat-obatan dan bagaimana zat adiktif dapat merusak masa depan seseorang.

Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Marusu turut memaparkan secara detail mengenai dampak buruk narkotika terhadap kesehatan fisik dan mental, termasuk risiko ketergantungan permanen hingga gangguan kejiwaan.

Menuju Desa “Bersinar”

Kepala Desa Temmappaduae berharap kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam mewujudkan Desa Bersih Narkoba (Bersinar). Partisipasi aktif para pemuda dalam sesi diskusi interaktif menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda untuk hidup sehat tanpa narkoba.

Dengan adanya edukasi ini, pemuda Desa Temmappaduae diharapkan mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang menjaga diri, keluarga, serta lingkungan dari pengaruh buruk narkotika demi masa depan yang lebih cerah.