Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    SITANDUK Sasar Sekolah di Maros, Andi Satriawan Dorong Seluruh Anak Miliki Kartu Identitas

    September 25, 2026

    KKN REG. UNM GEL. 55 Dorong Akses Air Bersih di Desa Botolempangan Kec. Bontoa Kab. Maros

    September 22, 2026

    GMBI Maros Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Rea-Rea, Tupabiring

    September 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Deru Hujan dan Genangan Moncongloe: Sebuah Refleksi Warga dan Kesiapsiagaan Bencana
    PEMERINTAH

    Deru Hujan dan Genangan Moncongloe: Sebuah Refleksi Warga dan Kesiapsiagaan Bencana

    RedakturBy RedakturNovember 17, 2025
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    MAROS, Kameraliputan.com – Langit di atas Kecamatan Moncongloe tampak tak berkesudahan meluruhkan air matanya. Selama sepekan terakhir, hujan deras tanpa henti telah mengubah sebagian ruas jalan dan permukiman warga menjadi kolam dadakan dengan kedalaman air yang mengkhawatirkan, mulai dari 30 hingga 50 sentimeter. Titik terparah terpapar jelas di Dusun Pamanjengan, Desa Moncongloe Induk, yang juga merupakan bagian dari jalur alternatif vital Poros Moncongloe–Makassar.

    Kepulan air yang menggenang bukan sekadar pemandangan visual yang menyedihkan, namun juga disruptor nyata bagi aktivitas sehari-hari. Para pengendara terpaksa merayap perlahan, menarikan tarian hati-hati di atas aspal yang terendam, demi menghindari kerusakan pada kendaraan mereka atau terjebak lebih dalam. “Kalau lewat sini memang harus pelan-pelan, airnya tinggi sekali. Hampir tiap tahun banjir di sini, tapi belum ada penanganan yang jelas,” keluh Beni, salah seorang pengguna jalan, di tengah kepungan genangan air yang dingin. Keluhan Beni mencerminkan rasa frustrasi yang merayap di benak banyak warganya, sebuah siklus tahunan yang belum tersentuh solusi berkelanjutan.

    Baca:  Pemkot Kembali Berduka,Danny Sebut Najiran Pejabat Teladan

    Muhammad Iqbal, Kepala Desa Moncongloe, membedah akar masalah ini lebih dalam. Ia menjelaskan bahwa banjir kali ini bukan semata-mata disebabkan oleh tingginya intensitas hujan. “Kalau di samping kantor desa itu sekitar 30 sampai 50 cm, dan di permukiman sekitar 30 cm. Penyebabnya bukan cuma hujan, tapi drainase yang rusak dan sampah kiriman di bawah jembatan yang menyumbat,” ungkapnya. Tumpukan material sampah yang menyumbat saluran air di bawah jembatan menjadi biang keladi yang memperparah kondisi. Koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Maros telah dilakukan, sebuah langkah awal yang krusial untuk mengharapkan normalisasi saluran air. Warga, dengan harapan yang membuncah, menanti perbaikan yang dapat memutus rantai banjir tahunan ini dan mengembalikan kelancaran aktivitas mereka.

    Sementara menunggu penanganan struktural, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros telah mengambil langkah antisipatif. Kepala BPBD Maros, Towadeng, mengumumkan penetapan status siaga bencana dan pengoperasian posko 24 jam sejak sepekan terakhir. Sebanyak 30 personel disiagakan setiap hari dalam dua sif, memastikan respons cepat jika bencana susulan terjadi. “Kami sudah memasuki kondisi siaga bencana. Sesuai rilis BMKG, mulai 11 November ini sudah masuk puncak awal musim hujan. Karena itu kami imbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi angin kencang dan pohon tumbang,” tegas Towadeng.

    Baca:  Gubernur Andi Sudirman Salat Subuh Berjamaah Bersama Warga Bantaeng di Masjid Raya

    Upaya mitigasi pun digalakkan. Pemangkasan pohon yang rawan tumbang dilakukan di sepanjang jalur strategis, mulai dari Poros Makassar–Maros hingga Maros–Bone. BPBD Maros juga telah memetakan wilayah-wilayah rawan bencana, mengkategorikan Camba, Cenrana, dan Mallawa sebagai daerah rawan longsor, sementara Maros Baru, Lau, dan Bontoa menjadi hotspot banjir. “Wilayah pesisir seperti Maros Baru hampir setiap tahun terdampak banjir. Karena itu kami terus melakukan pemantauan rutin dan sosialisasi kepada warga,” tambahnya, menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.

    Dari sisi kesiapan peralatan, BPBD Maros menyatakan optimisme. Delapan perahu polyteling dan dua perahu karet telah siap sedia untuk evakuasi. “Untuk ukuran kabupaten, ketersediaan peralatan kita termasuk cukup besar. Tapi pengalaman banjir Februari lalu membuat kita sadar perlunya penambahan peralatan, terutama untuk menjangkau perumahan di area dengan arus deras,” ujar Towadeng, menyiratkan pelajaran berharga dari kejadian di masa lalu yang mendorong peningkatan kapasitas.

    Baca:  Empat Pedagang Subuh Tramo Di Tertibkan Karena Langgar Aturan Jam Jualan

    Lebih canggih lagi, BPBD Maros mengoperasikan tiga alat pendeteksi bencana yang terintegrasi langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Alat-alat ini memonitor potensi banjir di Sungai Maros (Hulu Pakere), angin kencang di Tanralili, dan aktivitas gempa bumi di kantor BPBD Maros. “Semua alat ini terkoneksi dengan BMKG. Jika ada peningkatan curah hujan atau potensi bencana, akan langsung mengirimkan sinyal ke kami,” pungkasnya, menggarisbawahi peran teknologi dalam memperkuat sistem peringatan dini.

    Kisah Moncongloe saat ini bukan hanya tentang genangan air yang merendam, tetapi juga tentang upaya kolaboratif antara warga, pemerintah desa, dan badan penanggulangan bencana. Ini adalah cerita tentang kesadaran akan kerentanan, tentang upaya mitigasi yang terus menerus, dan tentang harapan akan masa depan yang lebih aman, di mana deru hujan tak lagi sinonim dengan ketakutan akan banjir yang tak kunjung usai.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleMembangun Benteng Perlindungan dari Desa: BP3MI Canangkan Program ‘Desa Migran Emas’ di Maros
    Next Article Pestival Literasi Maros Resmi Di Buka:Ini Kata Muh,Gemilang Pagessa

    Berita Lainnya:

    PEMERINTAH

    SITANDUK Sasar Sekolah di Maros, Andi Satriawan Dorong Seluruh Anak Miliki Kartu Identitas

    September 25, 2026
    PEMERINTAH

    KKN REG. UNM GEL. 55 Dorong Akses Air Bersih di Desa Botolempangan Kec. Bontoa Kab. Maros

    September 22, 2026
    PEMERINTAH

    GMBI Maros Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Rea-Rea, Tupabiring

    September 21, 2026
    DAERAH

    Kabar Baik : APBD Maros Perubahan 2026 Naik Rp54,16 Miliar, Prioritaskan Gaji PPPK hingga Jalan Baru Tompobulu

    September 11, 2026
    PEMERINTAH

    BPD Desa Ma’rumpa Dan Desa Bonto mate’ne Gelar Musyawarah Desa Penyusunan RKP Desa TA 2027

    September 10, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • SITANDUK Sasar Sekolah di Maros, Andi Satriawan Dorong Seluruh Anak Miliki Kartu Identitas
    • KKN REG. UNM GEL. 55 Dorong Akses Air Bersih di Desa Botolempangan Kec. Bontoa Kab. Maros
    • GMBI Maros Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Rea-Rea, Tupabiring
    • Isu Rencana Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros, DPRD Maros Pertanyakan RAPBD 2027
    • Kabar Baik : APBD Maros Perubahan 2026 Naik Rp54,16 Miliar, Prioritaskan Gaji PPPK hingga Jalan Baru Tompobulu
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,595 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026976 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026827 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,595 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026976 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026827 Views
    Our Picks

    SITANDUK Sasar Sekolah di Maros, Andi Satriawan Dorong Seluruh Anak Miliki Kartu Identitas

    September 25, 2026

    KKN REG. UNM GEL. 55 Dorong Akses Air Bersih di Desa Botolempangan Kec. Bontoa Kab. Maros

    September 22, 2026

    GMBI Maros Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Rea-Rea, Tupabiring

    September 21, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.