KAMERA MAKASSAR – Jumat sore, 31 Oktober 2025, menjadi penanda penting bagi roda pemerintahan di Sulawesi Selatan. Dalam suasana yang khidmat, bertempat di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman secara resmi melantik 15 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel. Langkah ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan sebuah deklarasi strategi untuk memperkuat fondasi infrastruktur dan mengakselerasi visi pembangunan di Bumi Anging Mammiri.
Pelantikan yang dihadiri oleh pejabat tinggi daerah dan tamu undangan ini terasa istimewa. Gubernur Andi Sudirman menegaskan bahwa ini adalah pelantikan pertama di tingkat provinsi yang melibatkan mutasi sejumlah pejabat struktural sekaligus, setelah melalui proses “job fit” yang komprehensif. “Ini untuk pertama kalinya di provinsi bagi pejabat struktural. Mutasi ini dilakukan setelah proses pekerjaan sesuai seluruh pejabat eselon II beberapa waktu lalu,” jelas Gubernur, tekanan berbasis meritokrasi dan kompetensi.
Tim Inti Penggerak Pembangunan
Daftar nama yang dilantik merepresentasikan perpaduan pengalaman dan keahlian keahlian sektor, membentuk tim inti yang diharapkan mampu menjawab tantangan dan peluang di masa depan:
drh. Nurlina Saking, M.Kes – Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat
Idham Kadir, S.Sos., M.Si – Staf Ahli Bidang Pemerintahan
Ir. A. Darmawan B., M.Dev.PL.G – Asisten Perekonomian dan Pembangunan
Dr. Muhammad Ichsan Mustari, MHM – Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah
Ir. Astina Abbas, MT – Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang
Ir. A. Ichsan, ST, MM – Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi
M. Ishaq Iskandar, M.Kes., MM, MH – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK – Kepala Dinas Kesehatan
Erwin Sodding, SE, MM – Kepala Badan Kepegawaian Daerah
A. Winarno Eka Putra, S.STP., MH – Kepala Badan Pendapatan Daerah
Reza Faizal Saleh, S.STP., M.Si – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah
Bustanul Arifin, SH, MM – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
A. Eka Prasetia, S.Sos., MM – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM
Kasman, S.Hut., MM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan
dr. Rahmawati, Sp.KK., M.Kes – Direktur RSUD Haji Makassar
Visi di Balik Rotasi: Optimalisasi Kinerja Demi Masyarakat
Proses “job fit” yang menjadi landasan pelantikan ini menunjukkan komitmen Gubernur untuk menempatkan setiap pejabat pada posisi yang paling sesuai dengan kapasitas dan pengalaman mereka. Ini adalah langkah-langkah strategis untuk menciptakan birokrasi yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima. Dengan menunjuk Ir. Astina Abbas dan Ir. A. Ichsan untuk memimpin dinas-dinas vital di sektor infrastruktur, misalnya, Gubernur menaruh harapan besar pada percepatan pembangunan dan pemeliharaan sarana prasarana yang menunjang mobilitas dan kesejahteraan masyarakat.
Di sektor kesehatan, penunjukan dr. Evi Mustikawati Arifin sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan dr. Rahmawati sebagai Direktur RSUD Haji Makassar menunjukkan prioritas pada peningkatan kualitas layanan kesehatan dan penanganan isu-isu kesehatan masyarakat. Begitu pula dengan penguatan di bidang ekonomi melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir. A. Darmawan B. serta Dinas Koperasi dan UMKM yang kini dipimpin A. Eka Prasetia, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
Penguatan tata kelola pemerintahan juga terlihat dari penetapan Erwin Sodding di Badan Kepegawaian Daerah, A. Winarno Eka Putra di Badan Pendapatan Daerah, dan Dr. Reza Faizal Saleh di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah. Mereka adalah garda terdepan dalam memastikan aparatur sipil negara yang profesional, serta pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Amanah baru ini tentu membawa tanggung jawab besar. Para pejabat yang dilantik diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas pokok dan fungsi mereka, tetapi juga berinovasi, berkolaborasi, dan tanggap terhadap dinamika sosial serta tuntutan masyarakat. Sulawesi Selatan, dengan segala potensi dan tantangannya – mulai dari isu lingkungan hidup yang menjadi fokus Kasman, hingga keberagaman sosial politik yang diemban Bustanul Arifin – membutuhkan pemimpin birokrasi yang visioner dan eksekutor ulung.
Pelantikan 15 pejabat eselon II ini lebih dari sekadar mengubah nama di daftar. Ini adalah sebuah langkah progresif yang diyakini Gubernur Andi Sudirman Sulaiman akan menjadi tidak penting dalam upaya mewujudkan birokrasi yang handal, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan. Kini, mata masyarakat menantikan implementasi nyata dari kebijakan dan program kerja yang akan mereka jalankan demi kemajuan daerah.







