blank

Membangun Turikale Berkelanjutan: Wakil Bupati Maros Buka Konsultasi Publik RDTR dan KLHS 2025

blank

Kameraliputan.com, MAROS – Langkah strategis nan progresif diwujudkan Pemerintah Kabupaten Maros dalam menata masa depan wilayah perkotaannya. Hari ini, Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, S.T., M.Si., secara resmi membuka Kegiatan Konsultasi Publik I dalam rangka Penyusunan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Turikale dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Tahun 2025. Bertempat di Grand Town Hotel Maros, Kecamatan Mandai, acara ini menandai dimulainya proses perencanaan komprehensif yang akan membentuk wajah Turikale di tahun-tahun mendatang.

Pembukaan konsultasi publik ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan kota yang terencana, inklusif, dan berkelanjutan. RDTR Kawasan Perkotaan Turikale akan menjadi cetak biru detail yang mengatur zonasi, fungsi lahan, infrastruktur, serta pedoman pembangunan di setiap sudut wilayah. Tujuannya adalah menciptakan tata ruang yang harmonis, efisien, dan estetis, memastikan pertumbuhan kota berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan.

blank

Tak kalah krusial, Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang menyertai penyusunan RDTR ini menegaskan komitmen Pemkab Maros terhadap pembangunan berwawasan lingkungan. KLHS memastikan bahwa setiap kebijakan dan rencana pembangunan yang tertuang dalam RDTR telah mempertimbangkan dampak lingkungan secara holistik, mengidentifikasi potensi risiko, serta merumuskan mitigasi yang diperlukan. Ini adalah jaminan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik tidak akan mengorbankan kelestarian alam serta kualitas hidup masyarakat di masa depan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Andi Muetazim Mansyur menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. “Kawasan Perkotaan Turikale adalah rumah kita bersama. Oleh karena itu, penyusunan RDTR dan KLHS ini harus menjadi cerminan aspirasi dan kebutuhan riil masyarakat. Konsultasi Publik ini adalah wadah bagi kita semua untuk menyumbangkan ide, masukan, dan kekhawatiran demi terwujudnya Turikale yang maju, tertata, dan lestari,” ujarnya penuh semangat.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Maros, Camat, Lurah, beserta berbagai stakeholder terkait. Kehadiran mereka merefleksikan komitmen bersama untuk berkolaborasi dalam merumuskan rencana tata ruang yang komprehensif dan responsif. Berbagai perspektif dari sektor pemerintahan, akademisi, pengusaha, hingga komunitas lokal diharapkan dapat memperkaya dokumen perencanaan, menjadikannya lebih adaptif dan berkelanjutan.

Dengan dibukanya Konsultasi Publik I ini, Pemkab Maros menunjukkan keseriusannya dalam merancang masa depan Turikale. Proses ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata untuk membangun kota yang tidak hanya modern dan berkembang, tetapi juga nyaman ditinggali, ramah lingkungan, dan mampu menyediakan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warganya. Ini adalah langkah awal menuju Turikale yang lebih terencana, tertib, dan berkelanjutan, sebuah warisan berharga bagi generasi mendatang.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: