Maros, Kamera Daerah – Akses kendaraan di Jembatan Sungai Pute, Kabupaten Maros, akan ditutup sementara waktu untuk menjalani proses pemeliharaan rutin. Penutupan ini dijadwalkan berlangsung mulai 2 Juli hingga 8 Agustus 2025. Selama periode tersebut, arus lalu lintas akan dialihkan sepenuhnya ke jembatan yang berada di sebelahnya.
Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.1 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel, Irwan AR, pemeliharaan ini merupakan bagian dari kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh pihak Balai Besar. Namun, kali ini fokus perbaikan ada pada lantai beton jembatan.
“Fokus perbaikan ada pada lantai beton yang membutuhkan kondisi khusus, yaitu tidak boleh terkena getaran agar proses perawatan berjalan maksimal,” jelas Irwan, Minggu, 29 Juni 2025. Kondisi tanpa getaran ini penting untuk memastikan material perbaikan dapat mengering dan merekat dengan sempurna, sehingga kekuatan dan ketahanan lantai jembatan terjamin.
Irwan menambahkan, Jembatan Sungai Pute merupakan satu dari sembilan jembatan di Sulawesi Selatan yang masuk dalam paket pemeliharaan tahun ini. Nilai kontrak keseluruhan untuk paket pekerjaan ini mencapai Rp 7,9 miliar, mencakup jembatan-jembatan yang tersebar di Kabupaten Maros, Barru, Takalar, dan Jeneponto.
Sejarah Jembatan Sungai Pute
Jembatan Sungai Pute sendiri memiliki sejarah panjang sejak dibangun. Jembatan gantung dengan panjang 85 meter dan lebar 7 meter ini diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Djoko Kirmanto, pada Sabtu, 21 September 2013.
Proses pembangunan jembatan yang terletak di kilometer 37 dari Kota Makassar ini memakan waktu beberapa tahun, dimulai sejak tahun 2009. Pembangunannya menelan anggaran sebesar Rp 13 miliar yang seluruhnya bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Penutupan sementara ini diharapkan dapat memastikan kualitas dan ketahanan Jembatan Sungai Pute dalam jangka panjang, demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Pengguna jalan diimbau untuk mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan selama masa pengalihan.







