blank

Duka Petani Maros, Setelah Serangan Pipit Kini Giliran Banjir

blank

Maros – Awal tahun 2023 sepertinya menjadi duka bertubi-tubi bagi petani khususnya di Kabupaten Maros. Setelah padi mereka diserang hama burung pipit kini giliran banjir merendam ribuan hektar sawah.

Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dimana-mana. Mulai dari pemukiman warga, jalan-jalan sampai dengan hamparan sawah.

Sedikitnya ada 2.336 hektar sawah yang terendam banjir. Sawah-sawah tersebut tersebar di Maros Baru, Turikale, Bantimurung, Simbang, Lau, Mandai, Tanralili dan Moncongloe.

Kecamatan Turikale menjadi yang terparah, sebanyak 589 hektar sawah terendam selama 4 hari, di Maros Baru ada 568 hektar sawah yang sudah siap tanam namun bibit habis terbawa arus banjir dan terendam. Sementara di Bantimurung ada 375 hektar sawah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Agustam mengatakan, belum bisa memastikan berapa luas lahan yang gagal panen.

“Sekarang masih status tergenang, 3-7 hari ke depan kita lihat lagi perkembangannya. Mudah-mudahan cepat surut agar tidak puso,” ucapnya.

Januari lalu, petani direpotkan hama burung pipit. Kerugian akibat gagal panen ditaksir mencapai miliaran rupiah. Ada 90 hektare yang terserang burung pipit dan 50 hektare di antaranya benar-benar gagal panen.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: