MAROS, — Sebanyak 144 atlet dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan ambil bagian dalam Porprov Trail Run Exhibition Sulsel 2026 yang berlangsung di Desa Pattirodeceng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros.
Kegiatan yang digelar pada 2–4 Oktober 2026 ini menjadi bagian dari pembinaan sekaligus evaluasi kemampuan atlet lari trail Sulawesi Selatan. Para peserta harus menaklukkan medan Camba yang memiliki karakter lintasan menantang, sekaligus menawarkan panorama alam yang menjadi daya tarik tersendiri.

Bupati Maros sekaligus Ketua Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Sulawesi Selatan, Chaidir Syam, hadir dalam pembukaan sekaligus melepas para peserta untuk mengikuti perlombaan.
Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga lari lintas alam di Sulawesi Selatan, khususnya dalam mempersiapkan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Ketua Panitia sekaligus Ketua ALTI Maros, Dedy Aryan yang juga anggota DPRD Maros mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengukur kemampuan dan perkembangan atlet dari berbagai daerah.
“Ini menjadi sarana evaluasi prestasi atlet daerah serta wadah pembinaan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi,” ujar Dedy.
Dalam eksibisi tersebut, terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Vertical dengan jarak sekitar 10,2 kilometer, Classic sepanjang 14,1 kilometer, serta Short Distance sejauh 42,3 kilometer.
Setiap kategori menuntut kemampuan fisik, teknik, stamina, serta kecermatan atlet dalam membaca dan menyesuaikan diri dengan kondisi medan.
Lintasan perlombaan berada di kawasan yang dikelola Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Mengingat karakter jalur yang cukup menantang, panitia menempatkan personel marshal di sepanjang lintasan untuk membantu memastikan keselamatan dan kelancaran peserta.
Dukungan pelayanan kesehatan juga disiapkan. Sekitar 20 tenaga medis gabungan dari Puskesmas Camba, Puskesmas Cenrana dan Puskesmas Mallawa disiagakan bersama BPBD dan Public Safety Center (PSC). Pengamanan kegiatan turut melibatkan unsur TNI dan Polri.
Selain aspek olahraga, kegiatan ini juga memberikan dampak bagi masyarakat setempat. Sebanyak 14 rumah warga disiapkan sebagai tempat menginap atlet dan peserta dari luar daerah selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Chaidir Syam mengatakan, pelaksanaan trail run sebagai cabang eksibisi merupakan salah satu tahapan penting dalam pengembangan olahraga lari trail di Sulawesi Selatan sekaligus persiapan menuju penyelenggaraan Porprov berikutnya.
Menurutnya, keikutsertaan para atlet dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dalam dua tahun terakhir, ALTI Sulsel juga terus mendorong pembinaan atlet dengan mengikutsertakan mereka dalam berbagai kejuaraan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Selamat datang kepada seluruh atlet. Selamat bertanding dan berkompetisi. Jaga kekompakan dan kesehatan,” kata Chaidir.
Selain menjadi arena kompetisi, pelaksanaan trail run di Camba turut memperkenalkan potensi alam dan wisata Kabupaten Maros. Para atlet dan peserta dari berbagai daerah berkesempatan merasakan langsung karakter alam Camba melalui lintasan yang menantang.
Panitia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan selama berada di kawasan perlombaan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Bupati Maros, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maros, pengurus KONI Sulawesi Selatan, jajaran KONI Maros, serta Camat Camba.
Dengan keterlibatan 144 atlet dari 13 daerah, Porprov Trail Run Exhibition Sulsel 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet lari trail sekaligus mendorong pengembangan olahraga berbasis alam di Kabupaten Maros dan Sulawesi Selatan.

