MAROS, Kameraliputan.com – Di bawah langit Maros yang cerah, pada Jumat, 19 September 2025, sebuah momen bersejarah terukir di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale. Wakil Bupati Maros, Bapak Andi Muetazim Mansyur, S.T., M.Si, didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten Maros, Bapak Muhammad Gemilang Pagessa, S.Tr.Sos., M.Si, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Yaqin Maccopa.
Acara yang penuh khidmat ini tidak hanya dihadiri oleh kedua tokoh pimpinan daerah, tetapi juga oleh para alim ulama, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang mengalirkan energi kebersamaan dan rasa syukur. Aura optimisme terasa kental, menyambut hadirnya sebuah rumah ibadah baru yang diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan spiritual bagi masyarakat Maccopa.

Peletakan batu pertama ini bukan sekadar simbolis, melainkan tonggak awal dari sebuah cita-cita kolektif. Masjid Nurul Yaqin Maccopa kelak diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat salat; ia akan menjadi wadah bagi pendidikan agama, tempat bertemunya silaturahmi, dan pusat kegiatan sosial yang memperkuat ikatan persaudaraan antarwarga.
Dalam sambutannya, Bapak Andi Muetazim Mansyur menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan aspek spiritual dan keagamaan. Beliau berharap pembangunan masjid ini berjalan lancar dan dapat segera dimanfaatkan oleh seluruh umat.
Senada dengan hal tersebut, Bapak Muhammad Gemilang Pagessa menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam inisiasi pembangunan masjid ini. Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam mensukseskan pembangunan Masjid Nurul Yaqin Maccopa, baik melalui dukungan moril maupun materil.
Suara takbir yang menggema, senyum bahagia yang terpancar di wajah para hadirin, serta harapan yang tertanam di hati masing-masing, semuanya menjadi saksi bisu dimulainya sebuah perjalanan pembangunan yang penuh berkah. Masjid Nurul Yaqin Maccopa, yang berawal dari sebuah batu fondasi, kelak akan berdiri megah sebagai lambang keimanan dan kebersamaan masyarakat Turikale, memberikan cahaya spiritual bagi generasi kini dan mendatang.






