blank

Transformasi Kepemimpinan: Langkah Baru untuk Maros yang Lebih Maju

blank

Maros, Kameraliputan.com – Lapangan Pallantikang, Maros – Suasana semangat menghiasi pagi yang cerah di Lapangan Pallantikang, Senin (5/1/2026), ketika 64 pejabat Pemerintah Kabupaten Maros resmi dilantik dalam sebuah momentum bersejarah. Di tengah sorak-sorai dan doa bersama, Bupati Maros, Chaidir Syam, memimpin upacara pelantikan yang menandai era baru kepemimpinan di jantung pemerintahan daerah.

Dari 10 jabatan eselon II yang diisi melalui mekanisme lelang jabatan, nama-nama baru muncul membawa harapan. Jamaluddin, yang sebelumnya Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, kini memimpin lembaga tersebut dengan mandat memperkuat kedaulatan pangan di Maros. Sementara Syamsuddin, mantan Sekretaris Badan Kepegawaian, mengambil alih Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan tantangan besar: membuka akses literasi seluas-luasnya bagi masyarakat.

Tak kalah menarik adalah promosi Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai, dari inspektur bidang investigasi menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan—sebuah lompatan karir yang dinilai strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di Maros. Muhammad Aris, eks Camat Bantimurung, kini diberi amanah besar memimpin isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, sementara Andi Irfan Paharuddin dipercaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Sorotan juga tertuju pada pelantikan Ulfiah Nur Yusuf, istri Bupati Chaidir Syam, sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan. Meski menuai pro-kontra, Bupati menegaskan bahwa penempatan tersebut berdasarkan pemetaan jabatan yang objektif. “Beliau memenuhi kualifikasi dan telah melalui proses yang transparan,” tegas Chaidir.

Di tingkat kecamatan, rotasi jabatan terjadi dengan Iskandar Zulkarnain (eks Satpol PP) menjadi Camat Bantimurung dan Rudy (mantan Sekretaris Kecamatan Cenrana) mengambil alih Maros Baru. Perombakan ini dinilai sebagai langkah untuk menyegarkan kinerja pemerintahan di tingkat daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Chaidir Syam menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh program pembangunan. “Target kita 2026, seluruh program harus berjalan optimal. Alhamdulillah, saat ini capaian kita sudah di atas 90 persen,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar pejabat baru bekerja dengan integritas dan inovasi.

Dengan penutupan semua lowongan eselon II, Pemerintah Kabupaten Maros mengukuhkan kesiapannya memasuki tahun 2026 dengan stabilitas kepemimpinan yang kuat. Kini, tantangan sesungguhnya dimulai: mengubah janji menjadi aksi nyata untuk rakyat Maros.

Selamat bertugas, para pemimpin baru!

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: