blank

Tim Unicef Berbagai Negara Kunjungi Desa Temmapaduae

blank

Maros – Tim Unicef Indonesia dan berbagai negara mengunjungi Desa Temmapaduae, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros.

Salah satu negara yang datang berasal dari Ethopia dan Korea Selatan dalam Tim Unicef beserta Yayasan BaKTI Serta Didampingi Oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan , Perlindungan Anak (DP3A) kini hadir di Aula Lt.2 Desa Temmappaduae pada Kamis. (8/6/2023).

Tim Unicef Indonesia dengan ini diketuai oleh Milen Kidane dan bersama para rekan-rekan lainnya memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Temmappaduae Kec. Marusu. Kab. Maros. dalam kunjungannya.

Agenda tersebut dihadiri langsung oleh Kadis DP3A Kab. Maros bersama jajaran, Bapak Camat Marusu, Ketua BPD, Forum anak, Duta Genre Desa Temmapaduae, dan para jajaran Perangkat Desa Kepala Dusun dan Ketua RT, serta para anak-anak dan orang tua tamu undangan serta Stakeholder lainnya.

Kepala Desa Temmappaduae dengan ini Bapak Aminuddin sangat bangga atas kehadiran Tim Unicef Indonesia dan menjadi penghargaan bagi desa Temmappaduae dihadiri oleh berbagai negara lainnya.

“Kedatangan para tim menjadi penghargaan bagi kami di pemerintahan Desa Temmappaduae, tentunya kami sangat bangga atas kunjungan hari ini”. ujarnya di sambutan.

Milen Kidane dari Ketua tim Unicef Indonesia sangat mengapresiasi atas pelayanan yang sangat baik oleh pemerintah desa tersebut,”Kami sangat dibanggakan dan dilayani dengan baik serta dibarengi dengan penampilan anak seperti menari, karate, dan nyanyian 10 Hak anak yang membuat saya Terharu dan jatuh cinta.” ujar di pepatah dengan bahasa Inggris.

Hal ini menjadi apresiasi bagi kades Temmappaduae yang sangat berarti begitu pentingnya mencegah dan menghindari agar tidak terjerat kasus OCSEA (Online Child Sexsual Exploitation and Abuse).

“Kami berharap dengan pertemuan ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua, bukan cuma Pengurus PATBM, Forum Anak, Duta Genre atau lainnya tapi ini khusus masyarakat desa Temmappaduae dan Kabupaten Maros pada umumnya. agar upaya perlindungan anak tidak terjadi di desa tercinta ini”. tutupnya.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: