Banggai Laut – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 2 Juli 2021 di Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Bagaimana Berbelanja Online dengan Dompet Digital”.
Program kali ini menghadirkan 593 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari CEO Kudu Data Digital, Ingki Rinaldi; Guru Besar Universitas Tadulako, Djayani Nurdin; Relawan TIK, Amalia Chairy; dan Founder dan CEO Skena, Iksan Bangsawan. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah peneliti Ariemega. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Pemateri pertama adalah Ingki Rinaldi yang membawakan tema “Portal Peradaban Bernama Uang Digital”. Dia mengatakan, penggunaan dompet digital umumnya juga harus terhubung dengan bank dan smartphone. Hal ini menjadi tantangan karena sebanyak 95 juta penduduk Indonesia belum punya akses ke bank dan baru 42% orang Indonesia yang punya smartphone. “Jadi ada tantangan dua sisi, akses ke perbankan dan kepemilikan smartphone. Ini kemudian membawa pada keadaan kesenjangan digital,” ujarnya. Jumat 2 Juli 2021.
Berikutnya, Iksan Bangsawan menyampaikan topik “Etika Transaksi Digital, Penjual dan Pembeli”. Saat akan bertransaksi belanja daring, baik penjual maupun pembeli harus mendaftarkan diri sesuai ketentuan yang disyaratkan platform belanja daring. Kemudian, kenali dengan baik semua fitur yang tersedia dan pastikan keamanan perangkat yang dipakai untuk bertransaksi digital. “Baik penjual maupun pembeli sebaiknya memberikan dan dapat mengakses layanan bantuan yang disediakan e-dagang,” katanya.
Sebagai pemateri ketiga, Djayani Nurdin membawakan tema “Pilih Mana: Nabung atau Belanja Online?”. Banyaknya tawaran diskon di situs belanja daring memang menarik. Agar tidak berlebihan, Djayani memberikan tips menyeimbangkan belanja daring dan menabung. Pertama, alokasikan pendapatan untuk konsumsi sebanyak 50%, kesehatan dan makanan bergizi 10-20%, dan 30-40% untuk ditabung. “Belanjakan pendapatan dengan skala prioritas untuk kebutuhan makan dan minum. Saat belanja daring, bandingkan harga antar toko,” tuturnya.
Adapun Amalia Chairy, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Main Aman Saat Belanja Online”. Dalam bertransaksi belanja daring, terdapat beberapa pilihan metode pembayaran, salah satunya dengan transfer bank. Terkait hal ini, Amalia mengingatkan pembeli untuk mengecek terlebih dahulu nomor rekening si penjual melalui situs milik Kemenkominfo https://cekrekening.id/. “Di situ bisa di cek apakah nomor rekening si penjual pernah terkait tindak pidana atau kejahatan atau tidak,” ungkapnya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Salah satu peserta, Ratna, menanyakan jenis dompet digital yang cocok untuk UMKM dan aman dari pencurian data. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)







