Minahasa | Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 1 Oktober 2021 di Minahasa, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Mencegah, Menghadapi dan Melawan Perundungan Digital”.
Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen Sastra Inggris FIB UNHAS, A. ST. Aldilah Khaerana; dosen IAKN Manado, Krueger Tumiwa; jurnalis, Yoseph Ikanubun; serta narablog, pemengaruh & Digital Strategist, Yusran Darmawan. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Richard Lioe. Kegiatan webinar yang diadakan secara gratis ini diikuti oleh 701 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya, Aldilah tampil sebagai pemateri pertama dengan paparan kecakapan digital bertema “Keterampilan Digital dan Pembelajaran Digital”. Menurut Aldilah, keterampilan digital yang mencakup pengetahuan dasar mengenai lanskap digital, mesin pencari informasi, cara pemilihan dan penggunaan data, aplikasi percakapan dan media sosial, serta aplikasi dompet digital, lokapasar, dan transaksi digital penting dikuasai di era teknologi informasi. “Ini berguna untuk meningkatkan daya saing dan kemampuan beradaptasi dengan era normal baru pada masa pandemi,” ujarnya.
Selanjutnya, Krueger menyampaikan materi etika digital berjudul “Upaya Mencegah, Mendeteksi dan Menyikapi Perundungan Siber”. Ia mengatakan, perundungan lewat teknologi digital melukai korban secara fisik maupun psikis, membentuk karakter agresif pelaku, dan dapat mengurangi simpati atau empati bagi orang yang menyaksikannya. “Karenanya, kesadaran bahwa perundungan bukanlah kebiasaan normal secara sosial perlu ditekankan. Lindungi dan dukung korban perundungan, tak permisif dengan tindak kekerasan, perkuat pendidikan cinta kasih, serta komunikasi empatik perlu terus diterapkan selain melaporkan aksi perundungan,” katanya.
Sebagai pemateri ketiga, Yoseph membawakan tema budaya digital tentang “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik”. Menurut dia, literasi digital penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menemukan serta mengkonsumsi informasi. “Selain itu, dengan keterampilan tersebut siswa bisa membuat dan berbagi konten yang bertanggung jawab,” imbuhnya.
Adapun pemateri terakhir, Yusran, menyampaikan tema keamanan digital tentang “Perundungan Siber di Sekolah Kita”. Ia mengatakan, pengguna media sosial dewasa ini kerap mengidap berbagai penyimpangan perilaku seperti fear of missing out (takut berbeda dengan orang kebanyakan), terjebak dalam echo chamber (ruang gema), panjat sosial, body shaming, dan perundungan siber. Dukungan orang tua, komunitas, dan fondasi sosial budaya diperlukan oleh anak-anak untuk menangkal perundungan siber maupun dampak buruk internet lainnya. “Detoks digital seperti membatasi waktu bermedia sosial, pertemanan, dan fokus pada hal positif bisa juga dilakukan untuk menangkal efek negatif dunia maya,” jelasnya.
Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, peserta juga berkesempatan memperoleh uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.
Salah satu pertanyaan menarik peserta di antaranya tentang bagaimana meningkatkan pemerataan kemampuan digital ke tenaga pendidik. Narasumber menjelaskan bahwa program pelatihan dan peningkatan kemampuan serta keterampilan digital telah dilakukan bahkan sebelum pandemi. Para guru harus melakukan lompatan kemampuan untuk lebih melek dan menguasai teknologi.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, bisa mengakses https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.
***
Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:
Humas Literasi Digital Sulawesi
Email : humas.sksulawesi@gmail.com
Website : https://event.literasidigital.id
Instagram : @siberkreasisulawesi
Twitter : @SiberkreasiSul
Facebook : Siber Kreasi Sulawesi







