Maros, Kameraliputan.com – Pukul 15.30 WIB, hamparan hijau Lapangan Pallantikang Maros berubah menjadi panggung megah yang dipenuhi ribuan insan aparatur negara. Di tengah sorak sorai dan gemuruh tepuk tangan, Pemkab Maros resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 4.639 ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Acara yang diberi nama Apel Akbar ini tidak hanya sekadar seremonial; ia menjadi titik balik bagi upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Maros.
Suasana yang Khidmat
Apel dimulai dengan barisan Forkopimda Plus, jajaran staf ahli, asisten, seluruh kepala OPD, serta camat‑camat yang melangkah serentak menyeberangi lapangan. Di antara mereka, ribuan P3K paruh waktu berdiri tegak, menanti momen bersejarah yang telah lama dinantikan. Lantunan musik gamelan dan nyanyian “Ibu Pertiwi” mengalun lembut, menambah nuansa kebangsaan yang mengharukan.
Sambutan Bupati: Rasa Syukur dan Harapan Besar
Di hadapan kerumunan, Bupati Maros, Dr. H. Andi Syafril Chaidir Syam, S.IP., M.H., mengangkat mikrofon dengan wajah berseri. “Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan momentum bersejarah. Sebanyak 4.639 P3K paruh waktu resmi menerima SK. Ini adalah kekuatan yang sangat besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya tegas, sambil menatap langsung ke barisan penerima SK.
Bupati menegaskan tiga hal penting:
Kepastian Hukum – Status P3K paruh waktu memberikan jaminan legalitas yang jelas, mengukuhkan posisi para penerima di dalam aparatur negara.
Tanggung Jawab & Integritas – Setiap ASN P3K diharapkan menjunjung tinggi nilai moral dan profesionalisme, serta mengucapkan ikrar KORPRI dengan penuh kesungguhan.
Core Values ASN BerAKHLAK – “Berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif” menjadi mantra yang harus dihayati dalam setiap langkah kerja.
Apresiasi Kepada Pihak Penyelenggara
Tidak luput dari sorotan, Bupati memberikan pujian khusus kepada BKPSDM, tim administrasi, petugas kesehatan, hingga Polres Maros yang tanpa lelah mengeluarkan ribuan SKCK dalam situasi personel terbatas. “Banyak yang bekerja siang malam demi memastikan Bapak Ibu semua memenuhi syarat administrasi. Ini kerja besar dan patut kita syukuri bersama,” kata Andi Syafril, menandai betapa beratnya proses birokrasi yang akhirnya terlewati berkat kerja keras bersama.
Anggaran Besar, Komitmen Kuat
Sebagai bukti komitmen, Pemkab Maros mengalokasikan dana Rp 4 miliar per bulan atau Rp 48 miliar per tahun khusus untuk pembayaran gaji ASN P3K paruh waktu. “Kebijakan ini merupakan hasil perencanaan matang. Kami tidak sekadar menambah angka, melainkan meneguhkan kualitas pelayanan di setiap desa dan kelurahan,” ujar Bupati sambil menegaskan bahwa dana tersebut telah diserap secara transparan melalui mekanisme pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel.
Pesan Moral & Empati Sosial
Mengakhiri sambutan, Andi Syafril mengingatkan, “Banggalah memakai seragam KORPRI hari ini. Tidak semua orang mendapat rezeki ini. Jadilah pelayan masyarakat yang bekerja dengan ikhlas dan sepenuh hati.” Ia menambahkan, “Kita harus tetap bersyukur dan menunjukkan empati kepada saudara‑saudara di daerah lain yang tengah tertimpa bencana.”
Sesaat kemudian, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu “Ibu Pertiwi”, menutup acara dengan gema kebanggaan dan semangat kebersamaan.
Optimisme Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Merata
Dengan penandatanganan SK bagi 4.639 ASN P3K paruh waktu, Pemerintah Kabupaten Maros menatap masa depan yang lebih cerah. Ribuan tenaga baru ini diharapkan menjadi ujung tombak dalam mengoptimalkan layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur, terutama di wilayah‑wilayah yang selama ini kurang terjangkau.
Seperti yang disampaikan Bupati, “Pengangkatan ini bukan sekadar menambah jumlah, melainkan menambah kualitas. Mari kita buktikan dengan kerja nyata di lapangan.” Apel Akbar di Palantikang bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan untuk beraksi—menjadikan Maros contoh inovasi pemerintahan yang berpihak pada rakyat, dengan integritas, dedikasi, dan semangat berAKHLAK sebagai landasan utama.







