Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Damkar Maros Bantu Warga Cari HP Jatuh ke Selokan di Jalan Baru Mamminasata

    Agustus 16, 2026

    Rumah Panggung di Mandai Maros Terbakar, 3 Armada Damkar Turun Tangan

    Agustus 16, 2026

    BPTH Wilayah II Bagikan Bibit Gratis di Maros, Ketua SMSI Beri Apresiasi dan Siap Mendampingi

    Agustus 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Puluhan Ribu Jiwa Warga Maros Terdampak Krisis Air Bersih
    DAERAH

    Puluhan Ribu Jiwa Warga Maros Terdampak Krisis Air Bersih

    RedakturBy RedakturJuli 14, 2026
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    KAMERA MAROS – Panas Terik matahari membakar tanah Maros tanpa ampun. Sumur-sumur mengering. Sungai-sungai menyusut menjadi genangan kecil yang payau. Bagi sekitar 92 ribu jiwa di Kabupaten Maros, air bersih kini seolah menjadi barang langka yang lebih berharga dari emas.,Senin (13/07/2026).

    Di tengah terik matahari siang yang menyengat, Restu (31) memandang seringkih sumur di halaman rumahnya yang kini kering kerontang. Sudah tiga minggu ia bersama keluarganya harus mengandalkan air hujan yang ditampung dalam drum-plastik bekas—dan itu pun sudah hampir habis.

    “Dulu, kami punya sumur yang airnya melimpah. Tapi sekarang? Tanah retak-retak seperti kulit yang kehilangan kelembapan,” keluh warga Kec.Bontoa ini dengan suara parau.

    Kisah Restu bukanlahisolasi. Ia adalah salah satu dari puluhan ribu warga Maros yang tengah menghadapi kenyataan pahit: musim kemarau tahun 2026 datang lebih awal dan lebih brutal dari perkiraan siapa pun.

    Tiga Kecamatan di Garis Depan Krisis

    Kepala BPBD Maros, Towadeng, mengatakan kondisi terkini membuktikan bahwa krisis air bersih di daerahnya telah memasuki fase yang mengkhawatirkan. Tiga kecamatan mengalami dampak paling parah: Bontoa, Lau, dan Maros Baru.

    “Kecamatan Bontoa adalah yang paling darurat. Dari tujuh desa dan kelurahan di sana, sekitar 90 persen wilayah sudah terdampak kekeringan. Jumlah penduduknya mencapai 32 ribu jiwa—semuanya sangat membutuhkan air bersih,” jelas Towadeng, Minggu (12/7/2026).

    Baca:  Di Forum AMF 2023, Danny Pomanto Pamer Keberhasilan Transformasi Digital

    Ia menambahkan, selain ketiga kecamatan tersebut, beberapa wilayah lain mulai menunjukkan tanda-tanda serupa: Turikale, Moncongloe, Mandai, dan Marusu. Kondisi ini mengingatkan pada pola yang sama setiap tahun—ketika hujan enggan turun selama sebulan penuh, warga pun mulai kesulitan.

    “Kita sudah terbiasa dengan situasi seperti ini. Setiap tahun sama, kalau tidak hujan sebulan, kita mulai kesulitan. Mereka yang mampu membeli air dari tanki swasta, yang tidak mampu menunggu bantuan pemerintah,” tutur Towadeng.

    Lebih Parah dari Tahun Lalu

    Yang membuat situasi tahun ini semakin mencemaskan adalah cakupan wilayah yang terdampak. Jika pada 2025 lalu delapan kecamatan mengalami kekeringan, tahun ini jumlah itu diprediksi melonjak menjadi sepuluh kecamatan.

    Sepuluh kecamatan yang kemungkinan besar terdampak meliputi: Turikale, Marusu, Mandai, Moncongloe, Tanralili, Bantimurung, Simbang, Bontoa, Lau, dan Maros Baru.

    “Setiap tahun semakin luas dampaknya. Ini menunjukkan bahwa kita menghadapi musim kemarau yang lebih ekstrem dibandingkan sebelumnya. Kami sudah mempersiapkan diri, tapi tantangannya tetap besar,” lanjut Towadeng.

    Baca:  Polemik Temuan BPK Terkait Dana Hibah Pemkab Pinrang Sebesar 2,6 Milyar

    Perjuangan Mendistribusikan Air

    Sebagai langkah antisipatif, BPBD Maros telah menyusun jadwal penyaluran bantuan air bersih. Rencananya, distribusi akan dimulai minggu ketiga hingga keempat bulan ini untuk kecamatan Bontoa, Lau, dan Maros Baru.

    Namun, tantangan utama bukan hanya soal jadwal—melainkan ketersediaan armada.

    “Kita punya empat armada tangki air saat ini, tapi kebutuhan idealnya adalah delapan unit. Kita hanya bisa menjangkau wilayah-wilayah prioritas dulu,” akunya.

    Untuk mengatasi keterbatasan ini, BPBD Maros telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan dan Balai Pompengan untuk meminta bantuan tambahan armada distribusi air bersih.

    “Kami berharap ada respons cepat dari provinsi. Kondisi ini mendesak,” pinta Towadeng.

    Di Antara Kelangkaan dan Ketahanan

    Di tengah situasi yang sulit, ada cerita-cerita kecil yang menunjukkan ketahanan warga Maros. بعض warga mulai mengembangkan cara-cara kreatif untuk bertahan: ada yang membuat sistem penampungan air hujan yang lebih efisien, ada yang bergotong-royong untuk menggali ulang sumur-sumur lama, dan ada pula yang berani merelakan sebagian air mereka untuk tetangga yang lebih membutuhkan.

    “Kita harus saling membantu. Air ini bukan hanya untuk keluarga kita, tapi juga untuk sesama,” kata Hafsah (38), seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Lau, sambil menimba air dari tangki yang disumbangkan organisasi kemasyarakatan beberapa hari lalu.

    Baca:  Kembangkan Wisata Karst Rammang-Rammang, Sandiaga Uno Komitmen Hadirkan Akses Pembiayaan

    Harapan di Tengah Kekeringan

    Sementara bantuan terus diupayakan, warga Maros tetap menatap langit dengan harapan—mungkin saja hujan akan segera datang membawa kelegaan. Namun, satu hal yang semakin jelas: krisis air bersih bukan lagi masalah musiman yang bisa diabaikan. Ini adalah panggilan bagi semua pihak untuk membangun sistem ketahanan air yang lebih baik bagi jangka panjang.

    Bagi Mansur dan ribuan warga Maros lainnya, harapan terbesar mereka sederhana: agar tangki-tangki air tiba tepat waktu, agar anak-anak mereka punya air bersih untuk minum dan mandi, dan agar tanah mereka kembali hijau seperti sediakala.

    “Air adalah kehidupan. Baru ketika air mulai scarcity, kami menyadari betapa berharganya anugerah yang selama ini kami anggap remeh,” tutur Mansur, sebelum menutup pintu rumah dan menatap langit yang masih begitu keras kepala tidak menunjukkan tanda-tanda akan hujan.

    BPBD Maros membuka jalur komunikasi bagi warga yang membutuhkan bantuan air bersih. Warga dapat menghubungi kantor BPBD setempat atau mengikuti informasi terbaru melalui akun resmi pemerintah daerah.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleHari Pertama Masuk Sekolah, SMP IT YADI Padaria Gelar Upacara Dan MPLS 2026
    Next Article Merajut Asa, Membuka Gerbang: Bupati Maros Lepas 20 Siswa Kurang Mampu ke Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan

    Berita Lainnya:

    ADVERTORIAL

    Jalawaru Team Akan Selenggarakan Perlombaan Jolloro Mini Di Dusun Kalupenrang, Padukan Perlombaan Dengan Pameran UMKM

    Agustus 15, 2026
    DAERAH

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026
    DAERAH

    Sunyi di Jalan Azalea: Mengenang Kepergian Sang Penjaga Ruang KONI Maros

    Agustus 1, 2026
    DAERAH

    Menakar Strategi Fiskal Maros: SiLPA 2025 Senilai Rp115 Miliar Dialokasikan demi Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Dasar

    Juli 31, 2026
    DAERAH

    Solusi di Tengah Kekeringan: Langkah Cerdas Pemkab Maros Kucurkan Rp2 Miliar Demi Alirkan Kehidupan ke Bontoa

    Juli 31, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Damkar Maros Bantu Warga Cari HP Jatuh ke Selokan di Jalan Baru Mamminasata
    • Rumah Panggung di Mandai Maros Terbakar, 3 Armada Damkar Turun Tangan
    • BPTH Wilayah II Bagikan Bibit Gratis di Maros, Ketua SMSI Beri Apresiasi dan Siap Mendampingi
    • Jalawaru Team Akan Selenggarakan Perlombaan Jolloro Mini Di Dusun Kalupenrang, Padukan Perlombaan Dengan Pameran UMKM
    • Kebakaran Lahan Meningkat, Damkarmat Pertegas Imbauan Bupati Maros
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026972 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026972 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Our Picks

    Damkar Maros Bantu Warga Cari HP Jatuh ke Selokan di Jalan Baru Mamminasata

    Agustus 16, 2026

    Rumah Panggung di Mandai Maros Terbakar, 3 Armada Damkar Turun Tangan

    Agustus 16, 2026

    BPTH Wilayah II Bagikan Bibit Gratis di Maros, Ketua SMSI Beri Apresiasi dan Siap Mendampingi

    Agustus 16, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.