MAROS, Kameraliputan.com – Masa Reses, periode di mana anggota legislatif kembali ke daerah pemilihan masing-masing, bukanlah waktu jeda. Sebaliknya, ini adalah puncak penunaian amanat konstitusi—menjembatani aspirasi rakyat dengan kebijakan negara. Dalam rangkaian Masa Sidang I tahun 2025/2026, agenda penting ini membawa kami langsung ke jantung perekonomian lokal Kabupaten Maros, tepatnya di Pasar Bulu-bulu, Desa Marumpa, Kecamatan Marusu.
Kunjungan reses ini difokuskan secara spesifik untuk mendengarkan suara dari para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang menggantungkan hidupnya pada hiruk-pikuk pasar tradisional tersebut. Di tengah kehangatan sapaan dan aroma khas rempah-rempah yang bercampur dengan hasil bumi, wajah-wajah optimis para pedagang menjadi cerminan bahwa Pasar Bulu-bulu memegang peranan vital dalam ketahanan ekonomi Desa Marumpa.

Roda Ekonomi yang Tersendat: Keluhan Pedagang
Dialog yang konstruktif dan terbuka dengan para pedagang pasar segera mengungkap permasalahan mendasar yang selama ini membentengi potensi pasar untuk berkembang maksimal.
Secara kolektif, para pedagang menyuarakan bahwa kondisi pasar saat ini—yang hanya beroperasi dua kali dalam seminggu—menjadi penghalang utama bagi laju perekonomian mereka.
“Kami ingin berjualan setiap hari, Bapak/Ibu,” ujar salah seorang perwakilan pedagang sayur. “Dengan hanya dua hari buka, perputaran uang sangat lambat. Kami harus menahan stok, sementara kebutuhan harian keluarga dan biaya operasional terus berjalan. Roda perekonomian terasa lambat dan agak tersendak.”
Keterbatasan hari operasional ini tidak hanya berdampak pada pendapatan harian, tetapi juga membatasi daya saing mereka. Masyarakat konsumen lokal juga terpaksa mencari kebutuhan di pasar lain yang beroperasi harian, menyebabkan kebocoran potensi ekonomi lokal.
Mereka berharap penuh agar kunjungan reses ini dapat menjadi pintu masuk bagi solusi yang lebih permanen. Aspirasi utama yang disampaikan sangat jelas: memohon bantuan fasilitasi agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) dapat terlibat aktif dalam pengembangan dan peningkatan fasilitas Pasar Bulu-bulu.
Komitmen Mengawal Infrastruktur dan Fasilitas Pasar
Mendengarkan keluhan ini, kami menyadari bahwa isu Pasar Bulu-bulu bukan sekadar masalah jadwal, tetapi masalah infrastruktur dan tata kelola yang membutuhkan intervensi kebijakan tingkat tinggi.
Melaksanakan amanat konstitusi dalam konteks ini berarti memastikan bahwa kebijakan pembangunan berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil. Ekonomi kerakyatan seperti yang dijalankan di Pasar Bulu-bulu adalah pondasi yang harus diperkuat.
Kami menyampaikan komitmen kami untuk segera menindaklanjuti aspirasi ini. Langkah-langkah konkret yang akan diambil meliputi:
Pengarsipan dan Formalisasi Usulan: Mengubah aspirasi lisan menjadi usulan resmi yang terstruktur, lengkap dengan data pendukung mengenai potensi ekonomi Pasar Bulu-bulu.
Fasilitasi dan Koordinasi dengan Pemprov: Mengadakan pertemuan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di tingkat Provinsi, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Pekerjaan Umum, untuk memaparkan urgensi pengembangan infrastruktur pasar.
Pengembangan Konsep Pasar Harian: Mendorong kajian kelayakan agar Pasar Bulu-bulu dapat bertransformasi menjadi pasar harian yang bersih, tertata, dan memiliki fasilitas memadai (misalnya, area bongkar muat, tempat penyimpanan yang layak, dan sanitasi yang baik).
Pengembangan fasilitas ini diharapkan tidak hanya memungkinkan pasar beroperasi setiap hari, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pembeli, menarik lebih banyak konsumen, dan pada akhirnya, mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Marumpa dan sekitarnya.
Penutup: Janji Demokrasi yang Terawat
Reses di Pasar Bulu-bulu, Marusu, Maros, menegaskan kembali bahwa pekerjaan legislatif berakar pada realitas hidup masyarakat. Dengan membawa kembali semangat dan kebutuhan para pedagang ke meja pembahasan kebijakan, kami bertekad memastikan bahwa amanat konstitusi untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan umum bukan hanya janji tertulis, melainkan aksi nyata yang terwujud dalam geliat pasar yang beroperasi setiap hari.
Kami berharap, di masa sidang berikutnya, kami dapat membawa kabar baik mengenai dimulainya pengembangan infrastruktur Pasar Bulu-bulu, menjamin bahwa denyut nadi ekonomi Maros akan berdetak lebih kuat dan stabil.






