KAMERA MAROS – Di tengah tantangan kompleksitas jaminan kesehatan nasional, nama Kabupaten Maros kembali bersinar sebagai pionir dan rujukan. Bukan tanpa alasan, keberhasilan Maros dalam menjaga status Universal Health Coverage (UHC) kini menjadi magnet bagi daerah lain yang berambisi mewujudkan pelayanan kesehatan merata bagi warganya. Hari ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Maros menerima kunjungan kerja strategis dari Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto, yang datang dengan misi khusus: mengintip dan memahami formula sukses tata kelola jaminan kesehatan Maros.,Selasa (03/03/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat di ruang rapat Dinsos Maros tersebut tak sekadar seremonial. Delegasi Jeneponto datang dengan daftar pertanyaan spesifik, memfokuskan diskusi pada dua pilar utama: mekanisme reaktivasi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang responsif, serta strategi cerdas Maros dalam mempertahankan capaian UHC yang telah teruji.

Transparansi Data: Nadi Utama Pelayanan Tepat Sasaran
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, membuka diskusi dengan sebuah penegasan fundamental: keberhasilan Maros adalah buah dari pengelolaan data yang tidak hanya terintegrasi, tetapi juga berkelanjutan dan transparan. “Kunci utama pelayanan jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu adalah akurasi data,” tegas Andi Zulkifli di hadapan para wakil rakyat dari Jeneponto. “Kami rutin melakukan verifikasi dan validasi (verivali) agar bantuan iuran dari pemerintah pusat maupun daerah benar-benar tepat sasaran.”
Ia menerangkan bahwa data yang akurat adalah denyut nadi yang memastikan hak warga kurang mampu tidak terabaikan. Proses reaktivasi PBI JK, yang kerap menjadi batu sandungan di banyak daerah, di Maros disulap menjadi sebuah prosedur yang responsif dan berpihak pada rakyat. Bagi masyarakat yang kepesertaannya sempat nonaktif akibat kendala administratif atau proses pembersihan data (cleansing), Maros menjamin hak mereka untuk memperoleh layanan kesehatan dapat segera dipulihkan tanpa birokrasi berbelit. Ini adalah jembatan harapan bagi banyak warga yang rentan.
Jemput Bola dan NIK: Membangun Ekosistem Kesehatan Digital
Sesi diskusi kemudian bergerak ke inovasi Maros yang tak kalah menarik: model kolaborasi lintas sektor yang kuat. Dinsos Maros menjalin sinergi erat dengan Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan, menciptakan sebuah ekosistem yang kohesif. Tak hanya itu, Maros menerapkan pendekatan “jemput bola”, sebuah strategi proaktif yang membawa pelayanan lebih dekat kepada masyarakat.
Yang paling menonjol adalah integrasi sistem digital berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Melalui sistem ini, warga yang telah terdata dapat mengakses layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan NIK mereka. Ini bukan sekadar kemudahan, melainkan sebuah lompatan efisiensi yang memangkas waktu dan kerumitan administrasi, menjadikan akses kesehatan lebih cepat dan sederhana.
Delegasi DPRD Jeneponto menyambut baik pemaparan ini dengan apresiasi yang tinggi. Mereka menilai bahwa model koordinasi dan inovasi digital yang diterapkan di Maros sangat relevan dan adaptif untuk diterapkan di Kabupaten Jeneponto. Harapan besar tersemat agar strategi ini dapat meningkatkan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan, khususnya bagi masyarakat prasejahtera di Bumi Turatea.
Dari Maros untuk Indonesia: Semangat Berbagi Praktik Baik
Andi Zulkifli Riswan Akbar menegaskan komitmen Dinsos Maros untuk terus terbuka terhadap kerja sama dan pertukaran informasi antardaerah. Baginya, ini adalah bagian tak terpisahkan dari upaya kolektif untuk memperkuat sistem jaminan sosial, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan. “Koordinasi seperti ini penting agar standar pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan sebagai kebutuhan dasar, dapat terus ditingkatkan secara merata,” pungkasnya.
Kunjungan kerja ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah simbol kolaborasi dan semangat saling belajar. Diharapkan, sinergi antara eksekutif dan legislatif kedua daerah ini akan menjadi langkah konkret dalam mendukung percepatan target perlindungan kesehatan menyeluruh, tidak hanya di tingkat regional Sulawesi Selatan, tetapi juga sebagai inspirasi bagi seluruh Indonesia. Maros, dengan fondasi data yang kuat dan kolaborasi yang cerdas, siap menjadi mercusuar bagi masa depan jaminan kesehatan yang lebih adil dan merata.






