Kep. Sitaro | Sebanyak 745 peserta dari berbagai kalangan mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 9 Juli 2021 di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Dakwah yang Ramah di Internet”.
Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Humas PGI Philip Artha, Pemengaruh Sectiovanda Langkun, Peteater Gerejani Christy Puitika Tinungki STh, dan Ketua AMSI Sulut Agust Hari. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Richard Lioe dari Katadata. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Pemateri pertama adalah Philip Artha yang membawakan materi dengan tema “Digital Skill: Pemanfaatan Internet untuk Menyebarkan Konten Positif bagi Pemuka Agama”. Menurut dia, konsistensi, kreatifitas, dan kolaborasi dalam penyebaran konten positif menjadi tantangan bagi para pemuka agama untuk menebar kebaikan, menumbuhkan rasa simpati dan empati, serta toleransi.
Sebagai pemateri kedua, Christy Puitika Tinungki membawakan tema tentang “Digital Culture: Literasi dalam Berkhotbah di Dunia Digital”. Menurut dia, berkhotbah kepada seluruh makhluk seperti yang diperintahkan alkitab, kini lebih mudah seiring perkembangan media sosial. Khotbah yang baik harus memiliki tujuan dan kerangka yang jelas, kemudian disampaikan dengan interaksi yang baik.
Berikutnya, Sectiovanda Langkun menyampaikan materi berjudul “Digital Ethics: Bijak di Kolom Komentar”. Ia mengatakan, penting untuk bertindak bijak dalam berkomentar maupun berekspresi di media sosial agar tidak menyinggung orang lain dan berdampak pada masalah konflik kemasyarakatan maupun hukum.
Adapun Agust Hari, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema digital safety mengenai “Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Ia mengatakan, untuk menghindari paparan dampak negatif dan hoaks di dunia maya, jangan membuka laman-laman provokatif, tidak meneruskan kiriman yang sumbernya tak jelas, dan selalu memeriksa fakta.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Antusiasme para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber dihargai panitia dengan memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Salah satu pertanyaan menarik yang dikemukakan peserta diantaranya adalah tentang bisakah otoritas agama individual/institusional mengatur atau membatasi peredaran pendakwah/pengkhotbah negatif yang bertebaran. Narasumber menjelaskan bahwa kementerian agama telah mengisyaratkan sertifikasi bagi pemuka agama. Institusi tiap agama memiliki prosedur yang bervariasi dalam menyaring pendakwahnya, namun secara pribadi bergantung pada daya literasi dan kepekaan masing-masing pendakwah dan masyarakat umum sebagai pemirsanya.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.







