MAROS – Viral di media sosial terkait pemberitaan dan keluhan masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. La Palaloi Kabupaten Maros mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Maros.
Merespons persoalan tersebut, Komisi III DPRD Maros bergerak cepat dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD dr. La Palaloi, Selasa (3/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi III melakukan pemantauan terhadap sejumlah aspek pelayanan rumah sakit sekaligus memberikan masukan kepada pihak manajemen agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Komisi III adalah kenyamanan area ruang tunggu pelayanan pengambilan obat. Anggota dewan menyarankan agar area tersebut ditata lebih baik sehingga pasien maupun keluarga pasien merasa nyaman saat menunggu proses pelayanan.

Menurut Komisi III, pelayanan rumah sakit tidak hanya berorientasi pada tindakan medis, tetapi juga harus memperhatikan kenyamanan fasilitas, keramahan petugas, serta kemudahan masyarakat dalam memperoleh pelayanan.
Selain ruang tunggu, pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (UGD) juga menjadi perhatian khusus dalam sidak tersebut.
Komisi III menekankan agar seluruh tenaga kesehatan (nakes), dokter jaga, serta petugas keamanan (security) yang bertugas di bagian UGD senantiasa mengedepankan sikap ramah kepada setiap pasien maupun keluarga pasien.

Petugas diharapkan selalu menerapkan budaya senyum, sapa, dan salam ketika menyambut masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Hal tersebut dinilai penting karena pasien yang masuk ke UGD umumnya membutuhkan penanganan segera dan berada dalam kondisi yang memerlukan perhatian khusus.
Anggota DPRD Maros, Muh. Amri Yusuf, turut memberikan masukan agar pihak rumah sakit mempertimbangkan adanya petugas khusus yang bertugas menyambut setiap pasien yang masuk ke UGD.
Menurut Amri, petugas tersebut harus memiliki keterampilan pelayanan yang baik, kemampuan komunikasi, serta memahami cara menghadapi pasien dan keluarga pasien dengan pendekatan yang humanis.
“Kalau perlu ada petugas khusus yang menyambut setiap pasien UGD yang masuk, tentunya petugas yang memiliki keterampilan pelayanan yang baik,” ujar Muh. Amri Yusuf dalam memberikan masukan.
Dengan adanya petugas khusus tersebut, pasien yang datang diharapkan mendapatkan sambutan dan arahan awal secara cepat, sehingga tidak kebingungan ketika memasuki area pelayanan UGD.
Dalam sidak tersebut, Komisi III juga menyampaikan bahwa secara umum pelayanan RSUD dr. La Palaloi telah berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Meski demikian, hal itu tidak berarti pembenahan harus berhenti. Komisi III tetap mendorong pihak manajemen rumah sakit agar menjadikan berbagai keluhan dan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Komisi III berharap manajemen RSUD dr. La Palaloi dapat menindaklanjuti berbagai masukan tersebut, mulai dari pembenahan fasilitas ruang tunggu, peningkatan keramahan petugas, hingga penguatan pelayanan di UGD.
DPRD Maros menilai bahwa rumah sakit daerah tidak cukup hanya memberikan pelayanan sesuai prosedur medis, tetapi juga harus menghadirkan pelayanan yang cepat, ramah, responsif, dan humanis.
Melalui sidak ini, diharapkan RSUD dr. La Palaloi semakin meningkatkan kualitas pelayanan serta membangun kembali kepercayaan masyarakat.
Sebab, kepuasan pasien bukan hanya ditentukan oleh keberhasilan tindakan medis, tetapi juga oleh bagaimana masyarakat disambut, dilayani, dan diperlakukan dengan baik sejak pertama kali memasuki rumah sakit.

