blank

Tingkatkan Literasi Keuangan UMKM, UPTD PLUT Kab. Maros dan Bank Indonesia Sulsel Gelar Pelatihan Pencatatan Keuangan SIAPIK

blank

KAMERA MAROS, – Dalam upaya mendorong penguatan kapasitas, profesionalisme, serta daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Maros melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Layanan Usaha Terpadu (UPTD PLUT) Kabupaten Maros berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan. Sinergi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Pencatatan Keuangan SIAPIK yang dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2026, bertempat di Baruga B Kantor Bupati Maros.

blank

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Maros, H. Andi Samsohyan, SE, MM. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pencatatan keuangan yang tertata dan disiplin merupakan fondasi utama sekaligus modal krusial untuk membangun manajemen usaha yang sehat, akuntabel, serta berkelanjutan.

Turut hadir dalam pembukaan acara ini antara lain Konsultan Pengembangan UMKM Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan, Anwarding Ajunaid; Kepala Bidang UKM Dinas Kopurindag Maros, Rostiah Basri, ST; serta Kepala UPTD PLUT Kabupaten Maros, Fahmy, S.Sos.

blank

Diikuti 100 Peserta dan Didampingi Secara Interaktif

Pelatihan ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa dari ekosistem wirausaha lokal. Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari pengusaha UMKM, tenaga pendamping UMKM, serta Pejabat Fungsional Pengembang Kewirausahaan turut hadir dan aktif berpartisipasi. Sejak sesi awal dimulai, para peserta tampak sangat interaktif melakukan tanya jawab dan mempraktikkan langsung penggunaan aplikasi SIAPIK melalui ponsel mereka.

Sebagai narasumber utama, Anwarding Ajunaid membedah materi komprehensif mulai dari Strategi Pengembangan UMKM, Kebijakan Pengembangan UMKM, urgensi pencatatan keuangan yang terstandardisasi bagi skala mikro, hingga pengenalan fungsionalitas aplikasi SIAPIK. Peserta dibimbing langsung dari proses instalasi awal (initialization), pemahaman struktur menu transaksi, hingga tata cara penginputan laporan kas harian agar menghasilkan laporan keuangan instan yang valid.

“Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk membangun budaya pencatatan keuangan yang tertib dan disiplin. Dengan laporan keuangan yang baik, UMKM akan lebih mudah mengevaluasi perkembangan usahanya, memperoleh akses pembiayaan, serta meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan maupun investor. Ke depan, kami bersama UPTD PLUT Kabupaten Maros akan terus melakukan pendampingan agar penggunaan SIAPIK benar-benar diterapkan secara berkelanjutan oleh para pelaku UMKM,” ujar H. Andi Samsohyan, SE, MM dalam pemaparannya.

Senada dengan hal tersebut, Anwarding Ajunaid menyatakan komitmen Bank Indonesia untuk terus mendampingi geliat bisnis daerah agar mampu menembus akses pasar yang lebih luas dan mandiri secara finansial.

“Bank Indonesia berkomitmen mendorong UMKM agar semakin naik kelas melalui penguatan kapasitas, termasuk dalam aspek pengelolaan keuangan. SIAPIK merupakan aplikasi yang sederhana namun sangat bermanfaat untuk membantu pelaku usaha melakukan pencatatan keuangan secara sistematis. Kami berharap semakin banyak UMKM di Kabupaten Maros yang memanfaatkan SIAPIK sehingga mampu menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat dan menjadi usaha yang tangguh serta berdaya saing,” paparnya.

Respons Positif Pelaku Usaha Lokal

Manfaat nyata langsung dirasakan oleh para pelaku usaha yang hadir. Salah satunya adalah Andi Pamiati Wawo, pelaku usaha kerajinan tangan asal Kabupaten Maros yang mengaku sangat terbantu dengan adanya sistem digitalisasi keuangan ini.

“Selama ini saya hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran secara sederhana di buku tulis biasa. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya akhirnya memahami pentingnya pencatatan keuangan yang benar dan bagaimana menggunakan aplikasi SIAPIK dengan mudah. Semoga setelah ini manajemen keuangan usaha kami bisa lebih tertata, kami bisa mengetahui profit bersih secara pasti, dan akan lebih mudah ketika mengajukan program kemitraan atau pembiayaan ke perbankan,” ungkap Andi Pamiati optimis.

Melalui sinergitas antara kedinasan daerah dan Bank Indonesia ini, diharapkan tingkat melek finansial (financial literacy) di kalangan pelaku usaha mikro Maros dapat terakselerasi dengan cepat, meningkatkan produktivitas komoditas unggulan daerah, serta menjadi generator pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: