KAMERA MAROS – Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Maros yang digelar pada Selasa (7/7/2026) di Ruang Rapat Utama DPRD Maros berlangsung khidmat sekaligus penuh dinamika. Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menjemput Kemajuan”, puncak perayaan tahun ini tidak hanya menjadi panggung penguatan sinergi antardaerah, tetapi juga menghadirkan dua momentum penting bagi pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan.

Di satu sisi, perayaan ini diwarnai kebahagiaan lewat groundbreaking proyek duplikasi jembatan yang menjadi solusi kemacetan bersejarah. Di sisi lain, sebuah dinamika komunikasi publik menyeruak saat Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan “sentilan” menohok terkait fenomena protes jalan rusak yang marak di media sosial.
1. Kado Istimewa: Proyek Jembatan Kembar Maros Resmi Dimulai
Konektivitas dan mobilitas masyarakat di poros Maros-Makassar dipastikan akan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk menandai dimulainya proyek duplikasi atau pembangunan Jembatan Kembar Maros.

Proyek strategis nasional ini telah lama dinantikan oleh masyarakat luas guna mengurai titik kemacetan akut yang kerap terjadi di jalur utama Trans-Sulawesi tersebut.
Target Perencanaan Teknis: Infrastruktur penghubung vital ini diproyeksikan rampung sepenuhnya dan siap dioperasikan pada Agustus 2027 mendatang.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi dan kelancaran distribusi logistik di Sulawesi Selatan.

2. Sentilan Menohok Gubernur Soal Protes Jalan di TikTok
Di tengah atmosfer perayaan, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman memanfaatkan mimbar sambutan untuk memberikan pandangan mendalam terkait dinamika pembangunan infrastruktur jalan. Ia menyoroti maraknya aksi protes warga di media sosial, seperti konten menanam pohon pisang di jalan berlubang.
Secara blak-blakan, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah bekerja berdasarkan skala prioritas, perencanaan matang, dan ketersediaan anggaran, bukan karena tekanan opini publik atau viralnya sebuah konten digital. Ia bahkan menyatakan tidak segan untuk menunda pengerjaan di lokasi yang memicu kegaduhan demi menjaga objektivitas program kerja.
“Sudah banyak di TikTok protes. Ini saja kita bangun jalan 1.000 km perencanaannya masih banyak tanam pisang. Kenapa? Karena ada yang bocorkan jumlah jalan. Saya bilang, semakin tanam pisang, semakin saya tidak kerja,” tegas Andi Sudirman di hadapan para tamu undangan.
Ia mengkhawatirkan, jika pemerintah selalu mendahulukan wilayah yang viral atau melakukan demonstrasi, hal tersebut akan menciptakan preseden buruk. “Nanti kalau demo semua yang lain saya tersiksa, Pak! Kita bekerja sesuai dengan perencanaan dan program. Kalau cukup uang, saya akan kerjakan semua, bahkan dengan pakai emas kalau perlu,” tambahnya.
Dampak Polemik terhadap Anggaran Pusat
Tak hanya soal penundaan fisik, Andi Sudirman juga membeberkan dampak nyata dari polemik di lapangan terhadap postur penganggaran. Ia mengungkapkan salah satu proyek jalan di Sulsel sempat kehilangan porsi dana bantuan dari pemerintah pusat akibat situasi yang tidak kondusif.
Komponen Anggaran Jumlah
Anggaran Awal Pemerintah Pusat Rp110 Miliar
Anggaran Setelah Polemik (Turun Drastis) Rp48 Miliar
Intervensi Pemprov (Suntikan APBD) + Rp30 Miliar
Total Anggaran Akhir (Diselamatkan) Rp78 Miliar
3. Reuni Emosional Bupati Wajo dan Kehadiran Para Kepala Daerah
Peringatan HUT ke-67 ini juga menjadi momentum penguat tali silaturahmi antardaerah. Sejumlah kepala daerah di Sulawesi Selatan turut hadir, salah satunya adalah Bupati Wajo, H. Andi Rosman, yang didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo, Hj. Fatmawati Amin.
Bagi H. Andi Rosman, kehadiran ini bukan sekadar pemenuhan undangan seremonial, melainkan sebuah reuni emosional. Ia diketahui memiliki ikatan historis yang sangat kuat karena pernah mengabdi selama 30 tahun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Maros.
“Selamat kepada Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Maros atas bertambahnya usia daerah ini. Semoga Maros terus mencatatkan kemajuan di berbagai sektor pembangunan dan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ungkap Andi Rosman.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyambut hangat kehadiran para koleganya. Ia mengakui bahwa kedatangan para kepala daerah, termasuk Bupati Wajo dan Bupati Pangkep sebagai kabupaten tetangga yang hubungannya terus dijaga dengan baik, merupakan simbol kuatnya persaudaraan antardaerah di Sulsel.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Ketua DPRD Maros, Gemilang Pagessa. Ia mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kehadiran para kepala daerah, anggota DPRD Provinsi, dan khususnya Gubernur Sulsel yang telah memberikan kado kem kembar bagi masyarakat Maros.
Meskipun diwarnai dengan dinamika evaluasi infrastruktur, peringatan Hari Jadi Maros ke-67 ini tetap menjadi tonggak optimisme baru. Duplikasi Jembatan Maros yang mulai dibangun dipastikan akan menjadi urat nadi baru yang mengalirkan kesejahteraan bagi bumi Butta Salewangang.





