
Pembukaan acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Maros. Turut hadir mendampingi, Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispapora) Maros, Kepala Desa Pucak Tompobulu, serta jajaran pengurus Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sulawesi Selatan dan panitia pelaksana.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Maros menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Tompobulu sebagai lokasi kejuaraan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan juga strategi penting untuk memperkenalkan potensi wisata alam Maros ke kancah yang lebih luas.

“Kejurda ini adalah momentum besar bagi kita semua. Selain untuk menjaring bibit unggul atlet arung jeram yang akan membawa nama daerah di tingkat nasional, event ini adalah etalase untuk menunjukkan bahwa Tompobulu memiliki potensi wisata olahraga ekstrem (sport tourism) yang sangat layak diperhitungkan,” ujar Andi Muetazin.
Detail Kejuaraan Kejurda yang diselenggarakan oleh FAJI Maros ini diikuti oleh berbagai kontingen dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Fokus utama kompetisi adalah menguji ketangkasan, teknik navigasi sungai, serta kekompakan tim dalam menaklukkan jeram-jeram yang menantang di wilayah Tompobulu.
Berikut adalah rincian utama event tersebut:
-
Waktu Pelaksanaan: 7 – 10 Mei 2026.
-
Lokasi: Sungai di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
-
Penyelenggara: Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Maros didukung oleh Pemerintah Kabupaten Maros.
-
Agenda Utama: Kejuaraan prestasi atlet sekaligus promosi destinasi wisata lokal.
Dorong Ekonomi Lokal Kecamatan Tompobulu memang dikenal memiliki kontur sungai yang menantang dengan pemandangan alam yang masih asri. Pemerintah daerah berharap, dengan adanya Kejurda ini, sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Desa Puncak dan sekitarnya dapat meningkat seiring dengan datangnya para atlet dan wisatawan.
Panitia pelaksana memastikan bahwa seluruh rangkaian lomba tetap mengedepankan standar keamanan yang tinggi dan kelestarian lingkungan sungai. Dengan semangat sportivitas, Kejurda Arung Jeram 2026 diharapkan melahirkan juara-juara baru yang siap berkompetisi di level yang lebih tinggi






