Kepemimpinan saat ini dianggap mampu membuktikan bahwa tata kelola pemerintahan bukan sekadar simbol, melainkan kerja nyata yang terukur, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Loncatan Drastis Indeks Kota Toleran
Salah satu pencapaian yang paling mencolok adalah aspek sosial. Berdasarkan data terbaru dari SETARA Institute tahun 2026, Kota Makassar berhasil menembus 10 besar kota paling toleran di Indonesia, tepatnya berada di peringkat ke-9 nasional.
Pencapaian ini merupakan lonjakan luar biasa jika dibandingkan dengan Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2024, di mana Makassar saat itu masih tertahan di posisi ke-52. Dalam laporan IKT 2025 yang diumumkan pada tahun 2026 ini, posisi Makassar naik drastis sebanyak 43 peringkat.
Keberhasilan ini menempatkan Makassar sebagai salah satu kota dengan populasi di atas satu juta jiwa yang paling mampu menjaga kerukunan sosial dan harmoni di tengah keberagaman masyarakatnya.
Prestasi Internasional di New York
Tak hanya di level nasional, inovasi pembangunan Makassar juga menggema di panggung dunia. Program Revitalizing Informal Settlements and Their Environment (RISE) sukses membawa Makassar masuk dalam lima besar proyek terbaik dunia pada ajang WRI Ross Center Prize for Cities.
Dalam penghargaan bergengsi yang digelar di New York pada April 2026 tersebut, Makassar bersaing dengan sekitar 300 kota dari berbagai belahan dunia. Tim penilai akhirnya menetapkan Makassar sebagai finalis berkat inovasi di bidang lingkungan dan pembangunan kota berkelanjutan.
“Tentu saja, dengan berbagai capaian tersebut, Makassar tidak hanya menunjukkan kemajuan, tetapi juga percepatan pembangunan dengan arah yang jelas dan terukur, serta memberikan bukti nyata,” ujar sumber terkait.
Rentetan prestasi ini menjadi sinyal kuat bahwa arah pembangunan Makassar saat ini telah berada di jalur yang tepat menuju kota dunia yang inklusif dan berkelanjutan.







