Maros. Kameraliputan.com – Anggota DPRD Kabupaten Maros, Andi Safriadi, mendesak manajemen RSUD Palaloi untuk segera memperbaiki layanan, terutama mengatasi antrean panjang di bagian farmasi. Keluhan ini muncul karena hanya satu petugas yang melayani pembagian obat meskipun obat sudah tersedia. Safriadi menekankan pentingnya pelayanan maksimal karena menyangkut kesehatan dan nyawa masyarakat.,Rabu (14/05/2025).
Ia juga menyoroti kekurangan tenaga farmasi di RSUD Palaloi:
– Apoteker: Kebutuhan 23 orang, baru terisi 18 orang (kurang 5).
– Asisten Apoteker: Kebutuhan 16 orang, baru terisi 13 orang (kurang 3).
Safriadi meminta BKPSDM Maros segera menindaklanjuti kekurangan tenaga farmasi ini.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Maros, Andi Sri Wahyuni AB, menyatakan pihaknya memperketat proses mutasi keluar bagi tenaga kesehatan karena Maros sendiri masih kekurangan. Untuk mengisi formasi kosong, ia berharap ada pelamar dari seleksi PPPK tahap pertama dan kedua yang memenuhi kualifikasi sebagai apoteker dan akan diajukan sebagai PPPK paruh waktu.
Namun, Sri Wahyuni mengakui adanya kendala dalam rekrutmen. Selama tiga tahun terakhir, penerimaan tenaga kesehatan hanya melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan beberapa formasi tidak terisi karena kurangnya peminat, yang diduga karena sifat kontrak dari status PPPK tersebut.







