Maros – Ketika berbelanja di minimarket seperti Indomaret atau Alfamart, pastinya kamu kerap mendapati pedagang di luar minimarket tersebut.
Mereka merupakan pelaku UMKM yang menyewa area parkir Indomaret dan Alfamart untuk menjajakan barang dagangannya.
Biasanya mereka menganggap berjualan di area parkir Alfamart dan Indomaret mendatangkan untung besar.
Hal itu mengingat banyak pelanggan yang datang dan pergi ke minimarket tersebut untuk berbelanja setiap harinya.

Tetapi, faktanya tak demikian. Pedagang UMKM malah harus menelan pilu kerugian dan bangkrut. Pada akhirnya harus tutup kedai.
Terbukti, tidak jarang para pelaku usaha di area parkir Alfamart dan Indomaret lebih banyak yang menyerah dan menutup lapaknya.
Mengapa banyak pedagang yang nyerah berjualan di teras Alfamart dan Indomaret? Nyatanya ada alasan tersendiri.
Seperti yang dikatakan Hadi, beberapa waktu lalu ia sempat membuka gerai minuman box kontainer di area parkir salah satu mini market di Maros.
“Dari kelihatannya memang menguntungkan berjualan di area parkir Alfamart, Indomaret atau pun Alfamidi. Tapi, nyatanya tidak demikian walapun banyak pengunjung yang keluar masuk,” ucap Hadi.
Selain itu lanjut Hadi, harga sewa lokasi yang relatif mahal. Hampir sejuta harga sewa setiap bulannya. “Kisarannya Rp 850.000 ribu per bulan,” katanya.
Senada dengan Siti, warga Bekasi yang datang merantau ke Kabupaten Maros sejak 18 tahun lalu. Bersama suaminya menjajakan bakso dan mie ayam.
Awalnya berkeliling mendorong gerobak. Sampai pada akhirnya tertarik dengan lahan parkir mini market. Dilihatnya banyak orang yang keluar masuk, bahkan sampai 24 jam.
“Kita sewa beberapa meter dan mulai menjual. Rp800an ribu harga sewanya sebulan,” Siti bercerita.
Kira-kira enam bulan lebih ia berjualan bersama suaminya. Tapi, malah merasa sepi dengan ramainya orang yang lalu lalang di mini market. Beberapa orang saja dikatakannya singgah membeli bakso.






