Maros – Tak terasa saat ini Maros telah genap berusia 64 tahun. Terhitung sejak 4 Juli 1959 silam, dimana Kabupaten yang dikenal sebagai tanah Salewangang ini ditetapkan sebagai daerah pemerintahan tingkat II.
Usia yang sudah lebih setengah abad itu telah banyak berganti pemimpin dan berbagai macam kebijakan pembangunan. Hingga kini, Kabupaten penyangga ibukota Provinsi ini dipimpin oleh Chaidir Syam.
Nah, di hari ulang tahun ke 64 ini mengalir banyak harapan dan doa. Salah satunya datang dari lelaki asal Kecamatan Mallawa HA. Patarai Amir.
Mulai dari penyelenggaraan pemerintahan yang semakin baik sampai pada pelayanan ke masyarakat yang harus lebih ditingkatkan.
“Dari aspek kependudukan, kesehatan dan pendidikan. Pokoknya semua aspeklah,” harap Patarai.
Politisi partai Golkar yang kini menjabat sebagai ketua DPRD Maros itu juga menginginkan pengembangan potensi wisata lebih massif lagi. Apalagi kata Patarai, saat ini Maros menjadi perhatian dunia Internasional setelah ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark.
“Harus di massifkan, karena akan sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat kita,” ucapnya.
Pemerintah juga harus sigap dalam menjemput investor untuk masuk. “Saya kira ada banyak calon-calon investor yang datang. Itu mesti dijemput sebab kehadiran investor akan sangat berdampak pada peningkatan ekonomi daerah,” jelasnya.
Harapan lain Patarai adalah bagaimana pemerintah kedepannya bisa mempertahankan capaian luar biasa yakni raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Sepuluh kali berturut-turut dan sekarang ini sudah yang kesebelas. Prestasi itu harus kita pertahankan,” tutupnya.







