KAMERA MAKASSAR – Bupati Maros, AS Chaidir Syam, resmi menyandang gelar Doktor dalam bidang Ilmu Politik setelah menjalani ujian promosi doktor di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), Rabu (11/2/2026).

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unhas, Prof. Dr. Phil. Sukri, S.IP., M.Si., mengonfirmasi bahwa ujian terbuka ini merupakan salah satu agenda akademik penting yang mempertemukan teori politik dengan praktik pemerintahan nyata.
Kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri sebagai Penguji
Momentum bersejarah ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di bidang akademisi dan pemerintahan. Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Dr. Bima Arya Sugiarto, yang bertindak sebagai penguji eksternal.

Kehadiran Bima Arya memberikan bobot strategis pada disertasi yang disusun Chaidir Syam. Dalam sesi pengujian, Bima Arya melontarkan apresiasi terhadap kedalaman analisis yang disajikan oleh Bupati Maros tersebut.
“Disertasi ini memaparkan hal krusial tentang modal politik, mobilisasi, serta keterampilan kepemimpinan yang dijelaskan melalui teori-teori politik yang sangat argumentatif. Ini sangat relevan dengan tantangan praktik demokrasi di daerah saat ini,” ujar Bima Arya.
Fokus Disertasi: Penguatan Demokrasi Lokal
Dalam paparannya, Chaidir Syam menitikberatkan kajiannya pada dinamika politik lokal dan strategi penguatan demokrasi di daerah. Ia berargumen bahwa demokrasi yang sehat di tingkat lokal merupakan fondasi utama bagi pembangunan pemerintahan yang berkelanjutan.
Pencapaian ini didampingi oleh tim promotor yang mumpuni:
Promotor: Prof. Dr. Armin Arsyad, M.Si.
Co-Promotor I: Prof. Dr. Gustiana A. Kambo, M.Si.
Co-Promotor II: Dr. A. Lukman Irwan, M.Si.
Sosok Humanis yang Dekat dengan Rakyat
Selain prestasi akademiknya, Chaidir Syam dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati. Mantan Ketua DPRD Maros yang kini menjabat Bupati Maros di periode kedua ini memiliki reputasi sebagai pejabat yang ramah dan tak pandang bulu dalam bersilaturahmi.
Sifat santun dan keterbukaannya kepada masyarakat inilah yang membuat gelombang ucapan selamat mengalir deras. Mulai dari kalangan legislatif, eksekutif, birokrasi, pengusaha, hingga organisasi masyarakat (Ormas), LSM, dan insan media turut merayakan keberhasilannya.
Kesimpulan: Sinergi Akademik dan Praktisi
Keberhasilan Chaidir Syam meraih gelar doktor menjadi bukti nyata bahwa kapasitas intelektual seorang kepala daerah sangat berpengaruh terhadap kualitas kebijakan publik. Kolaborasi antara dunia akademik dan praktik pemerintahan ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan daerah yang lebih reflektif, demokratis, dan berorientasi pada kepentingan rakyat luas.






