blank

Sejarah Baru di Maros: Dari Podium ke Aspal, Forkopimda Duduk Bersila Bersama Rakyat

blank

Maros,Kamera Maros,- Sebuah pemandangan langka dan sarat makna terpampang di depan Gedung DPRD Maros hari ini, mencetak sejarah baru dalam lanskap demokrasi lokal. Aksi intensifikasi yang diinisiasi oleh Aliansi Maros Menggugat – gabungan mahasiswa, pelajar, masyarakat, dan buruh – berakhir dengan kejutan yang mengundang decak kagum, ketika seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Maros memilih untuk melebur bersama massa, bukan dari balik podium, melainkan langsung di aspal.Senin 1 september 2025.

blankMomen tak terduga itu terjadi saat ratusan massa Aliansi Maros Menggugat, yang telah mengarak aspirasi mereka di sejumlah titik jalanan, tiba di penghujung aksi mereka di Jalan Lanto DG Pasewang. Di tengah hiruk pikuk orasi dan bentangan spanduk, tiba-tiba muncul Bupati Maros, Dr. H.AS Chaidir Syam, SIP, MH, bersama Ketua DPRD Maros, Muhammad Gemilang Pagessa. Tak hanya itu, Dandim 1422 Maros Letkol Arm Agung Yuhono., SE, Kepala Kejaksaan Negeri Maros Febriyan M., SH, MH, serta Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya, turut serta.

blank

Yang paling mengejutkan adalah langkah mereka selanjutnya. Bukan menuju pintu gedung atau podium resmi, melainkan langsung menuju massa. Dengan kerendahan hati yang luar biasa, para pemimpin daerah ini justru memilih untuk duduk bersila di aspal, jarak tak lebih dari dua meter dari para pendemo. Mereka duduk sejajar, mendengarkan setiap aspirasi dan tuntutan yang disampaikan dengan penuh perhatian, tanpa sekat dan tanpa perantara protokol kaku.

Momen ini sontak memecah kebekuan dan mengundang gelombang gairah. Banyak massa demonstrasi yang semula berapi-api, tiba-tiba menginginkannya, lalu digantikan dengan raut terharu dan bangga. Kehadiran langsung dan kesediaan para pemimpin daerah untuk duduk di tengah-tengah mereka merupakan sebuah gestur simbolik yang kuat, mematahkan stigma jarak antara penguasa dan rakyat.

blank

“Ini adalah sejarah baru di Maros. Kami tidak pernah membayangkan pemimpin kami akan duduk bersama kami seperti ini,” ujar Agung Maharu, Jenderal Lapangan Aliansi Maros Menggugat

Aliansi Maros Menggugat sendiri membawa tujuh poin tuntutan utama yang mendesak, mencakup isu-isu nasional hingga evaluasi kinerja lokal. Agung Maharu mendesak tuntutan tersebut: mendesak revisi tunjangan DPR, mendesak Presiden mencopot Kapolri, pengesahan RUU perampasan aset, mendesak pemerintah dan DPR untuk menerapkan UU ketenagakerjaan yang berpihak kepada pekerja, usut tuntas tragedi KM 50, dugaan ijazah palsu Jokowi Dodo, serta tuntutan evaluasi menyeluruh atas kinerja Pemkab Maros yang dinilai belum mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Di tengah penyampaian tuntutan tersebut, suasana tetap kondusif dan damai, dengan pengawalan aparat kepolisian yang sigap menjaga situasi. Dialog terbuka berlangsung di bawah langit Maros, menciptakan jembatan komunikasi yang selama ini kerap terasa sulit dijangkau.

Langkah Bupati Chaidir Syam dan seluruh jajaran Forkopimda hari ini bukan sekadar kejadian menarik, melainkan sebuah pernyataan kuat tentang pentingnya dialog, empati, dan kehadiran langsung dalam menjawab aspirasi rakyat. Ini adalah angin segar bagi lanskap demokrasi lokal, sebuah undangan terbuka untuk membangun Maros dengan semangat kebersamaan, dari aspal hingga ke kebijakan. Sebuah momentum yang akan dikenang sebagai titik balik dalam hubungan antara pemimpin dan rakyat di Kabupaten Maros.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: