Maros. Kameraliputan.com – Keluhan mengenai penumpukan sampah di Maros belakangan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama.,Rabu (07/05/2025).
Peningkatan Produksi Sampah Harian: Volume sampah harian di Maros terus meningkat, mencapai rata-rata 90 hingga 100 ton per hari.
Keterbatasan Armada Pengangkut Sampah: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros memiliki jumlah armada pengangkut yang tidak memadai (hanya 16 truk dan 24 motor roda tiga).
Jangkauan Pelayanan yang Terbatas: Akibat keterbatasan armada, DLH Maros baru mampu menjangkau 8 hingga 9 dari total 14 kecamatan yang ada. Hal ini menyebabkan pengangkutan sampah di wilayah yang jauh dari pusat kota dilakukan secara bertahap, bahkan hanya seminggu sekali di beberapa daerah seperti Moncongloe dan Marusu.
Meskipun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bonto Ramba telah diperluas, persoalan utama tetap berada pada keterbatasan armada pengangkut sampah dari sumbernya ke TPA. Untuk mengatasi masalah ini, DLH Maros membutuhkan tambahan sekitar 5 hingga 10 armada baru.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Maros juga sedang mengkaji penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mengolah sampah menjadi sumber energi alternatif.







