KAMERA MAROS – Menjelang pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA-PMII) Kabupaten Maros yang dijadwalkan pada Sabtu, 31 Januari 2026 mendatang.
Panitia Pelantikan bersama Ketua PC IKA PMII Maros Abrar Rahman melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Maros Andi Samsofyan, SE., MM pada Rabu, 21 Januari 2026 di kantornya.
Audiensi ini membahas rencana kolaborasi strategis bertajuk “Satu Pesantren Satu Produk” sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren yang tidak lain adalah salah satu dari 22 program prioritas Bupati-Wakil Bupati Maros Andi AS. Chaidir Syam dan Andi Muetazim Mansyur.
Dalam pertemuan tersebut, PC IKA PMII Maros menegaskan komitmennya untuk bergerak bersama Pemerintah Kabupaten Maros khususnya dalam mendukung visi pembangunan ekonomi kerakyatan melalui penguatan UMKM pesantren.
Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi pesantren sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagaan Maros Andi Samsofian menyampaikan bahwa penguatan UMKM merupakan bagian dari visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Maros yang telah dituangkan dalam RPJMD Maros 2024-2029 dan tertuang juga Renstra OPD terkait.
Meski saat ini masih menghadapi tantangan efisiensi anggaran yang menyebabkan keterbatasan program pemerintah daerah, Bupati tetap mendorong seluruh OPD untuk terus berinovasi agar visi dan misi daerah tetap dapat diakomodasi secara optimal.
“Walaupun kondisi anggaran terbatas, Bupati Maros meminta kami untuk tidak berhenti berinovasi dan terus mengupayakan agar visi dan misi pembangunan tetap berjalan,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Bidang UMKM Hilmi, memaparkan bahwa pihaknya telah melakukan visitasi lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi pesantren.
Hingga saat ini, terdapat delapan pesantren yang telah dikunjungi, salah satunya wilayah Turikale, Marusu, Tanralili, dan Tompobulu.
Hasil visitasi menunjukkan bahwa sebagian pesantren telah memiliki produk UMKM meskipun masih berada pada tahapan yang berbeda-beda. Di wilayah Tompobulu, misalnya, telah berkembang produk kaligrafi, namun masih membutuhkan penguatan pada aspek hilirisasi dan pemasaran.
Di Marusu, terdapat pesantren yang telah memasuki tahap budidaya ikan lele, meski baru sebagian yang berjalan optimal, termasuk program konversi yang masih perlu pendampingan lanjutan.
Audiensi ini menjadi langkah awal sinergi antara PC IKA-PMII dan Dinas Kopumdag Maros untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat kedepan.
kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan model pendampingan yang berkelanjutan, sehingga pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga aktor penting dalam pembangunan ekonomi daerah.







