Kamera Maros,- Tanggal 28 Desember 2025 menjadi hari bersejarah bagi Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Maros. Di hari itu, berakhirlah masa kepemimpinan Chaidir Syam sebagai Ketua DPD PAN Maros, yang sejak lama membawa partai ini menancapkan akar kuat di Sulawesi Selatan. Meski tongkat estafet berganti, energi pergerakan partai tidak padam, mantan Bupati Maros ini menyerahkan langkah baru ke tangan kader andal: Muh Gemilang Pagessa, yang baru saja secara resmi dinobatkan oleh Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, sebagai Ketua Formatur, sekaligus otomatis menjadi Ketua DPD PAN Maros.

Kepemimpinan Gemilang, yang kini juga menjabat sebagai Ketua DPRD Maros, disambut dengan rasa terima kasih dan tanggung jawab besar. “Alhamdulillah, saya ditetapkan langsung oleh Ketua Umum PAN, Bapak Zulkifli Hasan,” ujarnya, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang dititipkan kepadanya. Bagi Gemilang, ini bukan sekadar pergantian jabatan, namun komitmen untuk menyegarkan strategi partai agar tetap menjadi motor penggerak perubahan di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks.
Di balik euforia perubahan, Gemilang menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memastikan kader PAN hadir secara konkrit di setiap sudut kehidupan masyarakat Maros. “Target utama kita saat ini adalah kader-kader PAN Maros terus membantu rakyat dan hadir di setiap sendi kehidupan masyarakat Maros,” tegasnya. Dengan pendekatan yang lebih dekat ke desa dan kelurahan, ia ingin PAN menjadi partai yang tidak hanya dianggap sebagai wadah politik, tetapi juga mitra solutif bagi keluarga-keluarga Maros.
Pendekatan ini jelas berbeda dari strategi musim lalu di bawah kepemimpinan Chaidir Syam, yang berhasil mengantarkan PAN meraih 12 kursi legislatif di era sebelumnya. Kini, Gemilang optimistis angka ini bisa ditingkatkan. Ia optimis dengan basis kader yang solid dan keterlibatan aktif kader dalam masalah keseharian, PAN akan mampu menjaring suara yang lebih luas. “Kita punya potensi dan tekad. Tahun 2029, PAN Maros harus menjadi contoh partai yang benar-benar terdepan untuk rakyat,” tandasnya.
Mewarisi Warisan dan Bangun Masa Depan
Pergantian di PAN Maros jelas tidak hanya sekedar ritual administrasi. Ia membawa filosofi perjuangan: dari tangan mantan Bupati yang membawa PAN ke panggung legislatif, kini beralih ke figur legislatif yang ingin menghantarkan PAN pada panggung pemilu yang lebih luas.
Zulkifli Hasan, dalam berbagai singkatnya melalui video, menilai pilihan ini strategis. “Muh Gemilang adalah kader yang berpengalaman, tahu kebutuhan rakyat, dan mampu berinovasi,” ujar Ketua Umum PAN, yang diwartakan media. Ia menegaskan, PAN harus menjadi partai yang tidak hanya bertahan, tetapi terus bergerak melawan tantangan jaman, mulai dari isu pendidikan, kesehatan hingga kesiapan menghadapi perubahan iklim.
Di tengah gencarnya kritik terhadap politik yang praktis dinilai jauh dari rakyat, Gemilang berkomitmen mengubah stigma ini. Dengan pendekatan “PAN di Sela-Sela Rakyat,” ia ingin membuktikan bahwa partai politik bisa menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah. “Kita tidak hanya jago berdebat di gedung, tapi jago bantu di sawah, di pasar, dan di rumah-rumah warga,” katanya dengan mantap.
Akhirnya, pergantian kepemimpinan ini menjadi simbol dinamika yang sehat dalam dunia politik. PAN Maros, di bawah kepemimpinan baru, siap menjuarai masa depan—bukan karena mengejar kekuasaan, tapi karena kesadaran bahwa kekuasaan harus diabdikan buat rakyat.






