Kamera Perpustakaan,- Maros, 8 September 2025 – Semangat literasi membara di Kampus STAI DDI Maros hari ini, seiring dengan pembukaan Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 dan peringatan Hari Literasi Internasional. Momen istimewa ini ditandai dengan serangkaian kegiatan inovatif, menjadi bukti nyata komitmen STAI DDI Maros dalam mendorong budaya membaca dan menulis, berkolaborasi erat dengan Perpustakaan Daerah Kabupaten Maros dalam bingkai “Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial” (TPBIS) demi martabat bangsa.

Acara diawali dengan Perayaan sekaligus pembukaan resmi oleh Ketua STAI DDI Maros, yang dengan lugas menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi literat yang akan menjadi tiang penyangga kemajuan bangsa. Sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga perpustakaan semakin kokoh dengan hadirnya Mobil Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Maros di lingkungan kampus, membuka akses literasi lebih luas bagi civitas akademika.

Irham Bijaksana, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca sekaligus PIC TPBIS Maros, dalam Berbagainya mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin. Beliau menegaskan, upaya TPBIS Maros tidak hanya berhenti pada penyediaan buku, melainkan bertujuan pembentukan ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat Maros. “Perpustakaan hadir bukan lagi sekedar gudang buku, tetapi sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kualitas hidup dan pada akhirnya mengangkat martabat bangsa kita,” ujarnya.

Puncak kegiatan literasi ini adalah Kuliah Umum inspiratif dari tokoh literasi Nasional, Bachtiar Adnan Kusuma (Kanda BAK). Dengan gaya khasnya yang membakar semangat, Kanda BAK mengusung tema “Membaca itu Sehat dan Menulis itu Hebat. Satu Buku Satu Mahasiswa, Satu Buku Satu Kuliah.” Peserta diajak tidak hanya menjadi pembaca pasif, tetapi juga produsen karya. Visinya jelas: setiap mahasiswa dan dosen diharapkan mampu menghasilkan satu buku, mengubah ide menjadi warisan abadi yang menyuburkan khazanah intelektual bangsa. Dari tulisan-tulisan peserta, diharapkan akan lahir sebuah buku kumpulan karya yang membuktikan bahwa literasi adalah kekuatan nyata yang dapat diwujudkan.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan manifestasi nyata dari visi bahwa “Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa” melalui Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. TPBIS menggeser paradigma perpustakaan dari sekadar tempat penyimpanan literatur menjadi pusat kegiatan masyarakat yang memberdayakan. Ia menyediakan akses informasi dan pengetahuan yang relevan untuk peningkatan kualitas hidup, serta mendorong terciptanya “Buku Bacaan Bermutu” (BBB) yang memicu kreativitas dan inovasi. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan tinggi seperti STAI DDI Maros, perpustakaan bertransformasi menjadi katalisator perubahan sosial, menciptakan masyarakat yang lebih berdaya, kritis, dan inovatif.
Melalui gerakan literasi semacam ini, STAI DDI Maros bersama Perpustakaan Daerah Kabupaten Maros tidak hanya merayakan Hari Literasi Internasional, tapi juga menanamkan fondasi kuat bagi kedaulatan literasi daerah dan bangsa. Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis; ia adalah kunci untuk membuka pintu kesejahteraan, meningkatkan daya saing global, dan pada akhirnya, mengangkat harkat serta martabat kita sebagai sebuah bangsa yang maju, berbudaya, dan berdaulat di mata dunia.






