Kamera Maros ,- Di bawah langit Lapangan Pallantikang yang membentang luas, denyut nadi spiritual Kabupaten Maros berdetak lebih kencang di tahun 2025. Acara “Maros Berdzikir” yang menggetarkan jiwa, dengan tema yang menggugah, “Maros Sucikan Hati,” bukan sekadar ritual keagamaan biasa. Ini adalah sebuah seruan, sebuah janji, dan sebuah langkah nyata untuk menjaga momentum spiritual yang telah lama dirajut, sekaligus memperkokoh jalinan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Bupati Maros, Dr. HAS Chaidir Syam, S.IP., MH, bersama Wakil Bupati Andi Muetazim Mansyur, ST, M.Si., memimpin barisan terdepan dalam perhelatan akbar ini. Kehadiran mereka bukan sekadar simbolis, melainkan penegasan komitmen pemerintah daerah dalam membina kehidupan spiritual warganya. Bersanding dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus, mereka tidak hanya menjadi pemimpin, tetapi juga jamaah yang khusyuk tenggelam dalam lantunan dzikir dan doa.
Kolaborasi apik antara Pemerintah Daerah Kabupaten Maros dengan PT. Buana Paotere Tour & Travel Makassar menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu melahirkan kegiatan yang berdampak luas. Kehadiran Ketua Dprd Maros Gemilang Pagessa bersama jajaran kepala perangkat daerah, para Aparatur Sipil Negara (ASN), camat, lurah, kepala desa, hingga tokoh agama, pemuda, dan masyarakat, membuktikan bahwa ajakan “Sucikan Hati” ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh ribuan jamaah.
Lapangan Pallantikang yang biasanya ramai oleh aktivitas pemerintahan, kini bertransformasi menjadi lautan manusia yang menengadah ke langit, merangkai tasbih dan memohon ampunan. Terasa aura kekhusyukan yang melengkung, mengikis segala perbedaan, dan menyatukan hati dalam satu ikatan spiritual. Momentum ini bukan hanya tentang ritual, tetapi tentang refleksi diri, tentang penguatan iman, dan tentang menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi landasan Kabupaten Maros.
“Maros Berdzikir Tahun 2025” ini, yang dilaksanakan pada Minggu, 12 Oktober 2025, adalah potret nyata dari bagaimana spiritualitas dapat menjadi perekat sosial yang ampuh. Ini adalah bukti bahwa Kabupaten Maros tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pelatihan jiwa raga warganya. Dengan hati yang tersucikan, diharapkan langkah Kabupaten Maros ke depan akan semakin mantap, terpenuhi keberkahan, dan kedamaian selamanya diliputi.






